Selasa, 05 Mei 2015

Paket internet IndiHome Triple Play jaringan Fiber Optik Telkom

Kategori : News | Date : 04/27/2015



Paket Promo IndiHome

IndiHome adalah layanan internet fiber optik dengan layanan Usee TV atau IP TV. Layanan Indi Home sudah ada beberapa tahun lalu, terlihat sekarang sudah diperlukas infrastruktur jaringan.

Pendaftaran dan harga paket jaringan Fiber Optik Indi Home dapat langsung dipesan via IndiHome online website, termasuk paket harga Indi Home dan paket lain. Paket Triple Play adalah paket bundle internet disertai Cable TV, sistem security, gratis telepon 1000 menit lokal dan interlokal serta paket lainnya.

Jaringan IndiHome memang terbatas, layanan IndiHome perlu diperiksa dari situs Telkom.co.ID. Masukan kode area atau click pada peta daerah yang akan dipasang IndiHome, dan click icon "Cek Ketersediaan Jaringan" . Bila tidak tersedia bisa menghubung petugas Telkom untuk memeriksa jaringan

Paket Internet Indi home dari Telkom

Teknik Elektro Unsyiah Gelar Pelatihan Antena & Fiber Optik


Diterbitkan: 01 Desember 2012 Ditulis oleh Teknik Elektro
Banda Aceh – Sekitar 70 siswa SMK Telkom Banda Aceh mengikuti Pelatihan Dasar Antena dan Fiber Optik yang digelar oleh Mahasiswa Jurusan Telekomunikasi Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) di Bale Keurukon fakultas tersebut, Sabtu (1/12). Pelatihan itu berlangsung selama dua hari, Sabtu dan Minggu (1 sampai 2 Desember 2012). “Acaranya dibuka langsung oleh Ketua Jurusan Teknik Elektro Unsyiah, Rizal Munadi,” ujar Maulisa Oktiana, ketua panitia. Pada hari pertama pelatihan, peserta langsung diberi materi tentang penjelasan dasar-dasar fiber optik oleh Ikhsan, ST dari Divisi Access PT Telkom Tbk. Area Aceh. “Di sini mereka dikasih materi pengenalan dasar fiber optik. Kami sengaja bekerjasama dengan PT Telkom, jadi mereka juga membawa langsung kabel fiber optiknya,” ujar Maulisa.
Selain materi, pada sesi kedua, peserta juga diajarkan langsung cara penyambungan fiber optik. Praktek ini, langsung dipimpin oleh Ikhsan dan Taufan yang merupakan tim dari PT Telkom. Sedangkan pada hari kedua, Minggu besok, peserta akan mengikuti materi tentang pengenalan antena di Laboratorium Telekomunikasi Teknik Elektro Unsyiah. “Di sana mereka akan diperkenalkan jenis-jenis antena yang ada di lab tersebut,” kata Maulisa.
Bukan hanya itu, peserta juga akan mendemontrasikan cara kerja dan sistem propagasi antena di lab tersebut. Terkait materi tentang dasar-dasar antena, mereka akan dipimpin langsung oleh Rizal Munadi. “Untuk prakteknya besok dipimpin oleh  Edi Sukriansyah, ST dari Teknik Elektro Unsyiah,” sambung Maulisa. Sistem komunikasi wireless dan fiber optik merupakan integrasi sisetem komunikasi secara global. Komunikasi wireless mengunakan antena sebagai media penghubung dan fiber optik mengunakan kabel serat optik sebagai penghubungnya.
Dikatakan Maulisa, perkembangan teknologi komunikasi dan informasi yang begitu pesat dan cepat, tentunya juga memerlukan sarana komunikasi yang handal, serta membutuhkan sumber daya manusia yang handal juga. “Dari pelatihan ini, setidaknya dapat membuka mata peserta tentang teknologi telekomunikasi yang sangat luas. Kami berharap, kedepannya di Aceh  dapat melahirkan sumbar daya manusia yang handal, khususnya dalam bidang teknologi telekomunikasi,” ujarnya. Maulisa berharap, peserta dapat mengikuti pelatihan ini sampai selesai. “Jadi, setidaknya mereka tahu tentang fiber optik dan antena, karena bisa berinteraksi langsung dengan pematerinya. Apalagi selama ini untuk teknologi telekomunikasi, sudah banyak yang menggunakan fiber optik,” tambah Maulisa. (sp)

Project Implementation Plan OSP Fiber Optic.



Dalam pelaksanaan proyek jaringan fiber optic diperlukan strategi dan perencanaan yang matang agar target pelaksanaan bisa tercapai, berikut Project Implementation Plan OSP Fiber Optic.



1. Desain dan perencanaan

  • Survey secara detail lokasi pekerjaan.
  • Pembuatan gambar Asplan.
  • Penghitungan volume pekerjaan, LoM dan BoQ.
  • Aproval gambar desain ke pemilik proyek atau konsultan yang ditunjuk.
2. Persiapan kebutuhan material dan pengiriman ke lokasi
  • Persiapan kebutuhan material mengacu ke List of Material dan Bill of Quantity.
  • Pengajuan contoh material dan supplier untuk material utama yang harus disiapkan sesuai kontrak dengan pemilik proyek (Kabel fiber optic, hdpe subduct, warning tape, OTB dan closure).
  • Pembuatan jadwal pengiriman material ke lokasi dan mengacu ke jadwal implementasi, baik itu yang disiapkan oleh pelaksana proyek maupun material yang disiapkan oleh pemilik proyek.
3. Perizinan
  • Mengacu kepada gambar Asplan, rute galian dan spesifikasi teknis pekerjaan.
  • Pengajuan izin harus ditujukan ke Dinas Kimpraswil Provinsi dan Pemerintah Kota atau Kabupaten serta berkoordinasi dengan instansi atau dinas-dinas terkait (termasuk PLN, PDAM, Pertamina, PGN, Telkom atau operator telekomunikasi lain).
  • Koordinasi dengan pihak ketiga apabila dibutuhkan karena kemungkinan rute pekerjaan melintasi privat area.
  • Pengurusan perizinan sangat tergantung pada masing-masing daerah. (Pemerintah ataupun pihak ketiga).
  • Pemberian izin kerja atau rekomendasi dari pihak terkait biasanya setelah dilaksanakan survey bersama pada lokasi yang diajukan permohonan izinnya.
4. Implementasi di lapangan
  • Persiapan di lokasi baik itu site office, gudang material ataupun basecamp pekerja.
  • Survey rute untuk strategi pelaksanaan dan identifikasi rute existing kabel maupun utilitas.
  • Pembagian tim kerja (pengawas, pelaksana lapangan, mandor maupun tenaga kerja)
  • Mobilisasi tenaga kerja ke lokasi (transportasi darat, laut maupun udara).
  • Pelaksanaan pekerjaan sipil; galian, penarikan subduct, crossing jalan, boring jalan maupun sungai, jembatan kabel dan pembuatan handhole.
  • Instalasi kabel fiber optic; penarikan kabel, penyambungan maupun terminasi.
5. Project controlling
  • Semua aktivitas implementasi harus dicatat dan dilaporkan dalam laporan harian (Daily Site Diary) yang disepakati bersama antara pelaksana proyek dan pemilik proyek.
  • Material di lapangan juga harus dikontrol penggunaannya, distribusi, dan stock material yang tersedia.
  • Untuk pelaksanaan yang diluar dari Asplan baik itu perubahan volume ataupun perubahan spesifikasi teknis dan hal-lain yang bersifat prinsip harus didukung dengan Berita Acara ataupun pengajuan permohonan perubahan desain.
  • Perhitungan progres pekerjaan mengacu ke laporan harian (Daily Site Diary).
  • Pembuatan laporan berkala baik mingguan atupun bulanan sesuai kesepakatan.
  • Laporan berkala tersebut berisi pandangan umum pelaksanaan proyek, kemajuan pelaksanaan, dokumentasi pelaksanaan, masalah dan solusi serta kurva S pelaksanaan proyek.
6. Quality Management
  • Untuk memastikan terpenuhinya standar kualitas pekerjaan dilapangan maka harus dibuat sistem pengawasan dan pengecekan dari pihak pelaksana mulai dari Project Manager, Manager Lapangan dan tim pelaksana (Tim audit internal bila memungkinkan).
  • Pemilik proyek biasanya juga mempersiapkan sistem pengawasan dan tim tersendiri.
7. Commisioning dan Own Test
  • Biasa juga disebut internal test bagi pelaksana proyek mengingat pekerjaan yang biasanya juga melibatkan beberapa pihak (subkontraktor, suplier maupun mandor-mandor yang membawahi tenaga kerja)
  • Test end to end dengan menggunakan OTDR maupun Power Meter.
  • Pengetesan dan pengecekan untuk semua item pekerjaan.
8. Acceptance Test atau Uji Terima.
  • Sebelum pekerjaan diserahkan ke pemilik proyek maka pihak pelaksana mempersiapkan Tes terlebih dahulu.
  • Persiapan tim Uji Terima baik dari pihak pelaksana maupun pemilik proyek.
  • Pengecekan dilaksanakan secara sampling atau sesuai kesepakatan maupun permintaan dari pemilik proyek.
  • Penandatangan Berita Acara Serah Terima dengan mencantumkan hasil keputusan pemilik proyek menerima atau tidak ataupun masih ada pending item.

Peneliti Pamerkan Kabel Optik Dengan Transfer Data Mendekati Kecepatan Cahaya

Para peneliti University of Southampton di Inggris menyatakan telah menciptakan kabel fiber optik berongga – kosong di bagian tengahnya – yang mampu mengirimkan data dengan kecepatan 73,7 terabit per detik (sekitar 10 TB/s). Kecepatan itu sekitar 99,7 persen kecepatan cahaya.

Gambar SEM (Scanning Electron Microscope) dari kabel fiber optik berongga dan perbandingan efektifitas transfer data. (Sumber gambar: Optoelectronics Research Centre, University of Southampton).
Secara tradisional, kabel fiber optik terbuat dari kaca atau plastik namun meterial tersebut sebenarnya memperlambat transmisi cahaya atau foton yang membawa sinyal data. Para peneliti di University of Southampton, Inggri, menempatkan rongga pada kabel sehingga menciptakan ruang kosong di tengahnya sehingga foton bisa melaju hingga 99,7% kecepatan cahaya. Untuk mengatasi degradasi sinyal karena gangguan, para peneliti telah memperbaiki desain inti rongga menggunakan lingkaran super tipis.
Desain baru tersebut mampu mengurangi hilangnya data pada tingkatan yang bisa dikelola, 3,5 dB/km. Meski demikian, kabel ini belum bisa menggantikan kabel fiber otpik normal karena lebih cocok untuk transmisi data dengan jarak sangat dekat seperti pada interkoneksi super komputer atau kelompok server yang ada di pusat data.
(Source: Optoelectronics Research Centre, University of Southampton via ExtremeTech).

Tren Makeup dengan Efek Pantulan Cahaya


makeup8 editt
Ilustrasi - centroOne/Istimewa

 Centroone.com - Tidak ada lagi bedak tabur yang terkesan berat.

Teknik 'makeup no makeup' ini membuat kulit wajah tampak lebih segar.

Tren rias tersebut telah ditampilkan pada pagelaran mode BCBG Max Azria, Balmain, dan Baja East. Kreator tata rias berlomba menciptakan riasan wajah dengan efek pantulan cahaya, sehingga kulit terkesan berembun.

Kuncinya: Anda hanya membutuhkan sapuan bronzer!

>>> Tip:
Anda bisa pilih bronzer jenis semprot atau bubuk padat. Cara pakai produk semprot, coba ambil jarak sekitar 5 - 10 cm dari wajah. Lalu, semprotkan pada area wajah secara perlahan dan merata. Sedangkan pada bubuk padat, gunakan dengan bala bantuan kuas tanpa penekanan penuh pada sekitar tulang hidung, tulang pipi, dahi, ataupun dagu.

>>> Pelengkap:
Pilih kuas berkepala besar dengan bulu meruncing. Fungsinya: untuk meratakan bubuk dengan sempurna pada kulit wajah.

Polusi Cahaya Parah, Observatorium Bosscha akan Pindah ke NTT

Observatorium terbesar di Asia Tenggara, Observatorium Bosscha, akan dipindahkan ke Kupang, Nusa Tenggara Timur, akibat polusi cahaya yang semakin parah di kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.
Observatorium Bosscha di Lembang, Kabupaten Bandung Barat (foto: VOA/R. Teja Wulan).
Observatorium Bosscha di Lembang, Kabupaten Bandung Barat (foto: VOA/R. Teja Wulan).

Sejak Lembang tumbuh pesat dengan berbagai pusat bisnis, penelitian astronomi di Bosscha semakin terganggu akibat besarnya polusi cahaya tersebut. Saat ini tim riset astronomi Institut Teknologi Bandung atau ITB dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional atau Lapan sedang melakukan tahap uji kelayakan lokasi di Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Kupang, dipilih sebagai lokasi Observatorium Bosscha yang baru karena wilayahnya paling kering di Indonesia. Selain itu, potensi kecerahan langitnya pun lebih tinggi dibandingkan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Kondisi langit Lembang yang semakin terang, menjadi ancaman polusi cahaya bagi Observatorium Bosscha. Setiap tahun polusi cahaya dari permukiman penduduk dan pusat bisnis di Lembang semakin parah.
Pihak Bosscha sudah mengingatkan hal ini kepada pemerintah, namun tidak ada perkembangan berarti. Jika hal ini dibiarkan, keberadaan Bosscha pun terancam.
Kepala Observatorium Bosscha, Dr. Mahasena Putra mengatakan, terangnya langit Lembang membuat penelitian semakin terbatas. Jika dulu bintang bisa terlihat banyak, saat ini terkesan sedikit karena sulit untuk diamati. Jika beberapa tahun lalu, arah horizon 60 derajat masih bersih sehingga leluasa untuk menelitinya, tapi kini tinggal hanya 40 derajat. Sempitnya ruang penelitian Bosscha membuat sejumlah obyek tak terlihat lagi, seperti salah satu galaksi di Lingkar Selatan. Pada akhir tahun 1990-an, obyek langit itu sama sekali tak bisa dilihat.

“Terangnya langit di Bosscha dibandingkan di NTT sana itu, yang di sini (Lembang) seratus kali lebih terang, artinya bintang redup nggak bisa kelihatan. Jadi sudah seperti itu (kondisinya), dan itu disebabkan oleh lampu-lampu. Ternyata setelah kita pelajari, Lembang itu bukan tempat yang terbaik secara cuaca di Indonesia. Sekarang dengan penelitian baru, ternyata yang paling bagus secara cuaca itu ada di Indonesia Timur,” tutur Mahasena.

Saat ini, tim riset astronomi ITB dan Lapan sedang melakukan tahap uji kelayakan lokasi di Kupang. Bosscha di NTT nantinya akan menempati lahan yang berada di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut dengan luas lahan yang lebih besar daripada di Lembang.
Peneliti astronomi ITB, Moedji Raharto mengatakan, pemindahan dan pengembangan Bosscha oleh pemerintah ke NTT, dianggap kebutuhan mendesak untuk penelitian astronomi. Pasalnya, fasilitas yang memadai dan penguasaan dalam penelitian antariksa akan berdampak positif terhadap eksistensi negara.

“Kita perlu patroli langit bersama dari seluruh wilayah Indonesia. Dan sebetulnya langit itu memberikan tantangan berpikir bagi manusia. Jadi mencerdaskan kehidupan berbangsa. Sehingga kita semuanya punya kesadaran bahwa langit di atas kita itu sangat luas,” ungkap Moedji Raharto.

Melalui pengembangan Bosscha di Kupang, NTT nanti, diharapkan Indonesia bisa menguasai bidang keantariksaan yang kini sudah tertinggal jauh dari negara tetangga Thailand dan negara Eropa. Dengan didukung peralatan dan fasilitas teleskop 3 meter, teleskop radio sekitar 20 meter, dan teleskop lainnya sebagai fasilitas terbaru, diharapkan astronom Indonesia tidak hanya mampu bekerja sama dengan negara maju lainnya namun juga bisa mencapai kesempurnaan penelitian.

Kenapa Kita Tidak Bisa Melihat Katai Merah Tanpa Bantuan Alat Optik?

http://astronesia.blogspot.com/
Citra Proxima Centauri oleh teleskop Hubble
 
AstroNesia ~ Kurcaci merah atau katai atau kerdil merah, adalah bintang kecil dan relatif dingin dibanding Matahari kita, tidak mudah terdeteksi oleh mata telanjang karena mereka memiliki suhu dan kecerahan rendah. Ini cukup mengejutkan, mengingat mereka tidak begitu mudah dideteksi mengingat mereka adalah jenis bintang yang paling banyak di galaksi kita.

Katai merah terdekat dengan Bumi adalah Proxima Centauri, yang terletak 4,24 tahun cahaya, di konstelasi Centaurus. Dega magnetudo +11,05, bintang ini sulit dilihat dengan mata telanjang dan Anda  memerlukan bantuan optik seperti teropong atau teleskop untuk menemukannya.