Diterbitkan: 01 Desember 2012
Ditulis oleh Teknik Elektro
Banda Aceh – Sekitar 70 siswa
SMK Telkom Banda Aceh mengikuti Pelatihan Dasar Antena dan Fiber Optik
yang digelar oleh Mahasiswa Jurusan Telekomunikasi Teknik Elektro
Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) di Bale Keurukon
fakultas tersebut, Sabtu (1/12). Pelatihan itu berlangsung selama dua
hari, Sabtu dan Minggu (1 sampai 2 Desember 2012). “Acaranya dibuka
langsung oleh Ketua Jurusan Teknik Elektro Unsyiah, Rizal Munadi,” ujar
Maulisa Oktiana, ketua panitia. Pada hari pertama pelatihan, peserta
langsung diberi materi tentang penjelasan dasar-dasar fiber optik oleh
Ikhsan, ST dari Divisi Access PT Telkom Tbk. Area Aceh. “Di sini mereka
dikasih materi pengenalan dasar fiber optik. Kami sengaja bekerjasama
dengan PT Telkom, jadi mereka juga membawa langsung kabel fiber
optiknya,” ujar Maulisa.
Selain
materi,
pada sesi kedua, peserta juga diajarkan langsung cara penyambungan
fiber optik. Praktek ini, langsung dipimpin oleh Ikhsan dan Taufan yang
merupakan tim dari PT Telkom. Sedangkan pada hari kedua, Minggu besok,
peserta akan mengikuti materi tentang pengenalan antena di Laboratorium
Telekomunikasi Teknik Elektro Unsyiah. “Di sana mereka akan
diperkenalkan jenis-jenis antena yang ada di lab tersebut,” kata
Maulisa.

Bukan hanya itu, peserta juga akan
mendemontrasikan cara kerja dan sistem propagasi antena di lab tersebut.
Terkait materi tentang dasar-dasar antena, mereka akan dipimpin
langsung oleh Rizal Munadi. “Untuk prakteknya besok dipimpin oleh Edi
Sukriansyah, ST dari Teknik Elektro Unsyiah,” sambung Maulisa. Sistem
komunikasi wireless dan fiber optik merupakan integrasi sisetem
komunikasi secara global. Komunikasi wireless mengunakan antena sebagai
media penghubung dan fiber optik mengunakan kabel serat optik sebagai
penghubungnya.
Dikatakan Maulisa, perkembangan
teknologi komunikasi dan informasi yang begitu pesat dan cepat, tentunya
juga memerlukan sarana komunikasi yang handal, serta membutuhkan sumber
daya manusia yang handal juga. “Dari pelatihan ini, setidaknya dapat
membuka mata peserta tentang teknologi telekomunikasi yang sangat luas.
Kami berharap, kedepannya di Aceh dapat melahirkan sumbar daya manusia
yang handal, khususnya dalam bidang teknologi telekomunikasi,” ujarnya.
Maulisa berharap, peserta dapat mengikuti pelatihan ini sampai selesai.
“Jadi, setidaknya mereka tahu tentang fiber optik dan antena, karena
bisa berinteraksi langsung dengan pematerinya. Apalagi selama ini untuk
teknologi telekomunikasi, sudah banyak yang menggunakan fiber optik,”
tambah Maulisa. (sp)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar