Senin, 27 April 2015

Membuat LASER PEMBAKAR dari ( DVD-RW bekas )


By : Positron72


Hallo kawan-kawan pada kesempatan kali ini saya akan memposting tutorial tentang membuat laser pembakar dari DVD rw bekas bahan-bahannya adalah senter,DVD Rw ,Solder,dan Timah ingat laser pembakar ini berbahaya jauhkan dari jangkauan anak-anak dan jangan mengarahkannya kepada manusia dan hewan oke ???
ingat perbuatan kita harus di pertanggung jawabkan ,contoh laser ini berbahaya lihat pada gambar berikut.



 Oke, langsung mulai aja !!!

pertama a bongkar dvd RW bekas kita


lalu kita ambil optic yg berada di tengah-tengah.


lalu kita lepas kan optic dari tempatnya.


setelah di lepaskan bentuknya akan seperti gambar dibawah ini.


lalu setelah dilepas kita harus mengetahui mana positiv dan negatifnya gambar dibawah ini akan menjelaskan ,ingat kaki yg akan kita gunakan hanya kaki positiv dan kaki negatif.



lalu selanjutnya kita buka senter seperti gambar dibawah ini.


lalu selanjutnya kita masukan optical tadi ke senter yang telah kita buka ingat kutub positi dan negatif sudah disambungkan persis seperti lampu senter sebelumya positif dari optical kita sambungkan ke positif batre begitu juga dengan negatif optical ke negativ batre.


lalu kita tutup senter kita dan optical sudah berada pada posisinya.


kita masukan batre 3volt = 1,5volt x 2.


dan selesai laser pembakar kita ,sekarang tingal kita tes/uji OK!.


Hanya butuh 1/2 watt buat laser pointer jangkau 1,6 km!


Laser atau Light Amplification by Stimulated Emission of Radiation merupakan hasil sinar yang dikuatkan melalui cara radiasi atom-atom. Sebegitu kuatnya sehingga bisa membakar bahkan memotong baja.
Gangguan laser pointer hijau pada kiper korea selatan Lee Woon-Jae di Riyadh
Akhir-akhir ini laser ramai dibicarakan karena muncul pada pertandingan sepakbola final AFF antara Malaysia vs Indonesia di stadion Bukit Jalil Malaysia. Laser ini warnanya hijau. Diketahui bahwa laser warna hijau lebih kuat daripada laser warna merah. Kini, laser bisa dihasilkan dari energi baterai dan bisa dibawa-bawa seperti bentuk bolpoin atau pena. Kita mengenalnya sebagai laser pointer.
Yang sering presentasi tidak akan asing dengan benda ini, warna sinarnya merah dan berharga cukup murah serta jarak jangkauannya cukup jauh. Walaupun mahal, laser pointer warna hijau diminati karena lebih kuat dari yang merah dan jaraknya semakin jauh.
Bagi sebagian orang laser pointer digunakan untuk menganggu orang lain, lihat halaman di wikipedia tentang laser pointer bagian regulations and misuse. Untuk beberapa negara, penembak laser pointer yang mengganggu bisa dikenakan denda dan dipenjara. Di sana tercatat berbagai gangguan pada pemain bola pada ajang-ajang internasional, termasuk piala AFF 2010. -sepertinya, insiden laser pointer di piala AFF akan dientri sebagai update artikel :D
Berbagai respon muncul, bahkan ada yang mengatakan bahwa itu laser gun dan berkekuatan 10-25 watt. Setelah bolak-balik lewat mbah gugle… laser gun itu mahal dan bentuknya relatif besar serta dia termasuk laser kelas 4 (kelas teratas yang paling membahayakan) dan dapat membakar. Jadi, sebelum sinar mencapai pemain bisa-bisa membakar teman sendiri karena penembak harus mengatur arah akibat pemain yang selalu bergerak.
Laser pointer warna hijau yang termahal yang ada di pasaran (pasar maya/internet) berjenis kelas 3B dengan kekuatan 500 miliwat atau 1/2 watt sudah bisa menjangkau 1 mil atau 1,6 km. Walaupun jaraknya berkurang ketika digunakan di siang hari. Laser pointer ini sudah cukup mampu untuk menganggu penglihatan ketika diarahkan ke mata. Bahkan bisa membuat kebutaan. Harganya pun berkisar $50- $700. Lihat salah satu situs penjual laser pointer dan lihat gambarnya ketika ditembakkan ke jarak 1 mil.
Daftar Kelas untuk Laser
Class 1 Safe.
Class 1M Safe provided optical instruments are not used.
Class 2 Visible lasers. Safe for accidental exposure (< 0.25 s).
Class 2M Visible lasers. Safe for accidental exposure (< 0.25 s) providing optical instruments* are not used.
Class 3R Not safe. Low risk.
Class 3B Hazardous. Viewing of diffuse reflection** is safe.
Class 4 Hazardous. Viewing of diffuse reflection is also hazardous. Fire risk.

Berita Opto : Perusahaan Jerman Buat Senjata Laser Penghancur Drone

 
Senjata laser buatan perusahaan asal Jerman (Rheinmetall Defense)
VIVAnews - Sebuah perusahaan pertahanan asal Jerman, Rheinmetall Defense, berhasil melakukan uji coba senjata laser yang mampu menembak jatuh dua buah pesawat nirawak (drone). Senjata ini masih terus dikembangkan dan akan dibuat lebih kecil di masa mendatang.

Seperti diberitakan BBC pekan ini, senjata laser Rheinmetall mampu menembak objek bergerak di udara di jarak lebih dari satu kilometer. Senjata dengan dua penembak laser ini mampu menembus baja beton.

Sistem senjata laser berkekuatan 50KW ini menggunakan radar dan sistem optik untuk mendeteksi dan melacak dua drone yang datang, ujar pernyataan perusahaan tersebut. Drone tersebut terbang dengan kecepatan 50 meter per detik, dan ditembak jatuh saat memasuki daerah jangkauan laser.

Radar dalam senjata bekerja menentukan lokasi target yang akan ditembak, sementara sistem optik memperbaiki keakuratan tembakan. Selain untuk menembak drone, laser ini mampu menghancurkan sebuah bola baja setebal 15mm, yang dibuat menyerupai serangan mortir.

Menurut Rheinmetall, senjata ini mampu bekerja di segala cuaca, termasuk bersalju, panas dan hujan. Hal ini telah dibuktikan dalam pengujian di beberapa waktu tersebut. Di masa depan, senjata ini bisa ditempel di kendaraan tempur dan digabungkan dengan meriam revolver 35mm.

Bukan hanya perusahaan Jerman saja yang mulai mengembangkan senjata jenis ini. Sebelumnya, perusahaan AS Raytheon memamerkan laser anti pesawat tempur berdaya 50KW pada Pameran Udara Farnborough tahun 2010. Lalu pada Juni 2012, militer Amerika Serikat menguji coba senjata laser yang bisa membakar sebuah perahu boat.

Gelontorkan Rp200 Miliar untuk Migrasi ke Fiber Optic



Gelontorkan Rp200 Miliar untuk Migrasi ke Fiber Optic
Fiber optic. Foto: Ilustrasi.
MAKASSAR - Dalam melakukan upaya akselerasi layanan  komunikasi di wilayah Kawasan Timur Indonesia (KTI) meliputi, Sulawesi, Maluku, Bali, Nusra dan Papua, PT Telkom Divisi Regional KTI tahun ini menggelontorkan dana Rp200 miliar .

Dana tersebut digunakan untuk memigrasi layanan kabel telekomunikasi yang sebelumnya mengandalkan kabel tembaga ke teknologi fiber optic.

Kepala Divisi Regional (Divre) KTI, Mohammad Firdaus mengatakan, sistem ini memiliki banyak kelebihan. Seiring dihadirkannya produk layanan  IndiHome Triple Play 100% Fiber demi menjawab kebutuhan pengguna internet di wilayah KTI.

Dimana, layanan ini merupakan layanan lengkap terdiri telepon rumah, layanan internet berkecepatan tinggi berkecepatan 10 Mbps, UseeTv Cable, IndiHome View, Melon, dan Trend Micro.

Dia menjelaskan, untuk telepon rumah menyajikan layanan komunikasi telepon dengan keunggulan kualitas suara jernih dan pelanggan mendapatkan  gratis nelpon 1.000 menit per bulan untuk lokal dan interlokal sesama fixphone.

"IndiHome Fiber merupakan layanan internet berkecepatan tinggi menggunakan fiber optik dari Telkom, yang memiliki keunggulan lebih cepat karena fiber optik mampu mentransfer data atau bandwidth data hingga ratusan Mbps, jauh lebih cepat dibandingkan kabel coaxial atau copper," ujarnya, Kamis (26/2/2015).

Dikatakan Firdaus sapaan akrabnya, fiber optic memberikan jaminan kenyamanan berkomunikasi pelanggan, meski hujan dipastikan komunikasi tetap lancar.

Firdaus mengungkapkan, sejak tahun lalu dilakukan pemasangan fiber optic seluruh wilayah sudah tercover jaringan lama ke jaringan baru. Meski secara parsial masih ada pelanggan yang belum menikmatinya karena tahap awal yang disasar merupakan kawasan pengembangan baru, seperti wilayah perumahan seperti Bukit Baruga, Istanbul Sungguminasa dan Citraland.

"Jika secara pelanggan dari total 800 ribu pelanggan Telkom di KTI, tercatat baru sekitar 40% masuk dalam sistem fiber optic atau baru sekitar 22 ribuan pelanggan termasuk pelanggan baru. Jumlah tersebut akan terus bertambah dengan hadirnya Indihome bisa menjadi 1 juta pelanggan," ungkapnya

Firdaus menuturkan, tahun ini revenue perusahaan diharapkan bisa tumbuh sekitar 15%, dengan kontribusi terbesar ditargetkan dari produk Indihome sekitar 60%.

Sementara itu,  Manager Customer Care Telkom Divre KTI, Martua memaparkan, selain menggencarkan sosialisasi Indihome, para pelanggan flexy juga ikut dalam program migrasi ke Telkomsel.

"Dari total pelanggan flexy di KTI mencapai 500 ribu pelanggan sekitar 150 ribu berada di Makassar, dan yang telah di migrasi mencapai 25 ribu pelanggan dan di targetkan pada Mei mendatang seluruhnya sudah rampung,"paparnya.

Dia menambahkan, khusus di wilayah kabupaten per hari ini, (kemarin), seluruh BTS flexy sudah dimatikan termasuk di wilayah Makassar, khususnya yang memiliki tingkat penggunaan flexy kapasitas rendah dan Maret minggu kedua semua akan dimatikan.


(dol)

Investasi Fiber Optik Telkom Harus Dipertanggungjawabkan

Investasi Fiber Optik Telkom Harus Dipertanggungjawabkan
JAKARTA - Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, ekspansi internet dan fiber optik PT Telkom di kota-kota besar dilakukan karena nilai investasinya besar. Oleh karena itu Telkom harus mempertanggungjawabkannya. "Nilai investasi besar untuk program ini harus dipertanggungjawabkan Telkom," ucapnya kepada Okezone, di Gedung DPR Jakarta, Jumat (24/4/2015).
Menurutnya, sasaran mengapa kota besar diutamakan, diharapkan pelanggannya banyak, sehingga pengembalian dana besar proyek ini bisa didapat. "Jaringan fiber optik merupakan kebutuhan sangat besar yang akan memanfaatkan usaha-usaha industri perkantoran dan juga pribadi-pribadi," ucap dia.
Dia berharap, agar nilai investasi kembali lebih besar. Karenanya, ke depan fiber optik akan digunakan di seluruh Indonesia.
Alasannya, alat tersebut yang paling baik untuk aktivitas media internet. "Lebih lanjut bisa menanyakan pada pihak Telkom," tuturnya.
(mrt)

Fiber Optik Rusak Sebabkan Kelumpuhan Jaringan Internet

Fiber Optik Rusak Sebabkan Kelumpuhan Jaringan Internet

LONDON - Sebagian wilayah di Inggris kabarnya mengalami gangguan koneksi internet. Gangguan ini tepatnya yang berada di area English West Midlands dan South Coast karena kerusakan pada kabel fiber optik.
Dilansir Ispreview, Jumat (5/4/2015), gangguan tersebut membuat performa broadband menjadi lambat dan konektivitas yang terhambat. Sebagian besar masalah ini dikarenakan rusaknya serangkaian kabel serat optik.
Pelanggan operator Sky Broadband di Inggris menjadi yang pertama merasakan gangguan internet tersebut. Kabarnya, gangguan tersebut menyebabkan performa internet menjadi lumpuh untuk wilayah Hampshire dan Dorset sejak Selasa sore atau 31 Maret 2015 waktu setempat.
Untuk menangani gangguan koneksi internet broadband tersebut, pekerja pihak ketiga dikerahkan untuk melakukan perbaikan. Sementara itu, operator Virgin Media juga terkena imbas dari gangguan tersebut dengan problem serupa, di mana salah satu kabel kapasitas fibre optik mereka rusak di Gloucester.
Gangguan tersebut mempengaruhi jaringan internet pada area yang luas seperti Cardiff dan Birmingham. Penyedia layanan internet lainnya seperti TalkTalk, Zen Internet dan Entanet juga terkena dampak dari rusaknya kabel optik tersebut.
(ahl)

Bupati Beltim Resmikan Pengoperasian Jaringan Fiber Optic Manggar-Tanjungpandan

KBRN, Manggar : Bupati Belitung Timur dr. Basuri Tjahaja Purnama meresmikan pengoperasian jaringan fiber optic Manggar-Tanjungpandan, didampingi Direktur Network Information Technology And Solution Telkom yang diwakili Executive General Manager (EGM) Divisi Network Broadband, Era Kamali, dan EGM Telkom Regional 1 Sumatera Teuku Muda Nanta, serta dihadiri para pimpinan SKPD di lingkungan pemkab Beltim dan perusahaan terkait di Gedung Auditorium Pemda Beltim, Rabu (29/10/2014).

Bupati Beltim Basuri mengapresiasi pihak Telkom atas beroperasinya proyek pembangunan jaringan fiber optic  Manggar-Tanjungpandan sebagai bentuk upaya kerjasama di bidang teknologi informasi.

“Saya betul-betul senang dan bangga jaringan fiber optic tersambung dari Manggar sampai ke Tanjung Pandan. Adanya teknologi ini perkembangan  informasi dunia dapat lebih mudah ditembus dan dapat mempercepat sistem kerja dan untuk dunia pendidikan, seperti mimpi saya anak-anak sekolah dan seluruh masyarakat Beltim bisa berperan, menguasai teknologi,” kata Basuri dalam sambutannya.

Di sisi lain, Basuri juga mengatakan bahwa melalui sistem ini Pulau Belitung dapat lebih terkenal pariwisatanya.

“Adanya teknologi ini akan mempercepat laju pariwisata di Belitung khususnya Belitung Timur karena semua potensi wisata dapat lebih mudah di akses ke seluruh dunia,” ungkap Basuri.

Selain itu, tutur Basuri, teknologi ini dapat menjadikan Belitung Timur bersih transparan dan profesional.

“Adanya teknologi  yang berjalan di pemerintahan dengan menggunakan sistem ini dapat lebih mempercepat sistem pelayanan untuk masyarakat dan menjadikan Beltim bersih transparan dan profesional. Kemudian infrastruktur di Beltim dapat lebih baik sehingga Belitong lebih siap untuk menghadapi kompetisi,” ungkap Basuri.

Sementara itu, Direktur Network Information Technology And Solution Telkom yang diwakili  Era Kamali mengatakan  Proyek fiber optic ini merupakan bagian pengembangan  infrastruktur IDN (Indonesia Digital Network) yang lengkap untuk menjadikan berbagai kawasan di tanah air terintegrasi. Project ini juga menjadi bagian dari rencana pembangunan MP3EI serta mendorong pengembangan kawasan maritim di Sumatera.
  

Dijelaskannya, kehadiran backbone fiber optic selain mengintegrasikan sistem jaringan nasional Telkom juga mendorong Manggar memiliki infrastruktur ICT yang mumpuni. Kedepan, sebagai kabupaten baru di Provinsi Bangka Belitung, Kota Manggar dapat diharapkan menjadi kota dengan infrastruktur ICT modern seperti kota maju lainnya di tanah air.
 

Teuku Muda Nanta selaku Executive General Manager (EGM) Telkom Regional I Sumatera menjelaskan, proyek ID Ring atau Regional Metro Junction (RMJ) ini berupa penggelaran Fiber Optik kapasitas 48 core sepanjang 93 Km dari STO Tanjung Pandan ke STO Manggar. Beroperasinya link RMJ Fiber Optik Tanjung Pandan-Manggar akan memperluas jangkauan layanan dengan menghidupkan 8  node B Telkomsel, 3 titik wifi untuk Telkomsel, 4 MSAN dan 6 titik Wifi Corner di Area Mangar serta  membuka peluang bagi TelkomGroup memberikan layanan broadband melebihi ekspektasi masyarakat berupa layanan 3G Mobile Broadband TELKOMSEL, High Speed Data, Voice,  dan UseeTV.    


Kehadiran IDN bagi Telkom Group merupakan terobosan menuju modernisasi infrastruktur efektif dan efisien dari sebelumnya menggunakan radio dengan kapasitas bandwidth yang sangat terbatas  1 STM-1 yang membutuhkan resource dan daya listrik yang tersebar pada 7 lokasi hop.

Teuku Muda Nanta juga mengungkapkan modernisasi infrastruktur ini akan menghadirkan akses internet dengan kecepatan tinggi. Banyak interaksi dan kebutuhan informasi yang mengharuskan sebuah kota memiliki akses internet yang stabil dengan kecepatan yang memadai. 

“Saat ini  Telkom sudah menabur titik-titik Hotspot Indonesia Wifi di berbagai kota di sepanjang pulau Sumatera,” jelas Teuku Muda Nanta.


Peresmian pengoperasian jaringan fiber optic di Manggar ini ditandai dengan penyerahan dana CSR ( Corporate Sosial Responsibility) senilai Rp 49 juta untuk  penyediaan pembangunan taman digital kota Manggar. (VER/SR/HF)

Galian Kabel Fiber Optik Ancam Penilaian Adipura

KBRN, Purbalingga: Wakil Bupati Purbalingga Tasdi mengkhawatirkan adanya pekerjaan galian kabel fiber optik di sejumlah ruas jalan protokol dapat mengancam upaya Purbalingga mempertahankan piala Adipura. Padahal pelaksanaan penilaian Adipura tahap kedua diperkirakan pada pekan ketiga bulan April ini.

“Saya tadi sudah meminta pihak PT Telkom agar pekerjaan galian kabel fiber optiknya dapat dipercepat penyelesaianya. Yang penting sebelum waktu penilaian, galian yang ada sudah rapi kembali,” kata Wabup Tasdi saat Rakor Expose Adipura di Operation Room Graha Adiguna, Selasa (14/4/2015).

Sebelumnya, pada Selasa pagi Wabup melakukan pemantauan bersama personil Badan Lingkungan Hidup (BLH) Purbalingga. Mendapati sejumlah jalan wilayah kota terdapat banyak galian kabel fiber optik yang tidak beraturan, dirinya langsung berkordinasi dengan pimpinan PT Telkom Purbalingga.

“Pihak Telkom siap mempercepat pekerjaan dan mendukung adanya penilaian Adipura,” jelasnya.

Dalam expose Adipura yang memaparkan hasil pemantauan tiga tim gabungan, diketahui masih banyak titik pantau yang harus ditingkatkan nilainya. Diantaranya menyangkut proses pemilahan sampah, pengolahan sampah dan ketertiban parkir.

Di setiap titik pantau, lanjut Wabup, penilaian terhadap pemilahan sampah dan pengolahan sampah masih dibawah nilai 75. Bahkan masih ada lokasi yang nilainya 30 – 50 seperti pemilahan dan pengolahan sampah di Pasar Mandiri dan SMP Negeri 5.

“Hasil penilaian P1 Oktober lalu, Purbalingga mendapat nilai 74,89. Saya minta semua titik pantau yang nilainya masih dibawah 75 berupaya meningkatkan nilai minimal menjadi 75,75 seperti hasil penilaian P2 pada Adipura 2014 lalu. Targetnya, P2 nanti dapat naik menjadi 76,51,” kata Wabup.

Sementara, diungkapkan Kris Hartoyo dari Forum Purbalingga Bersih, hingga kini kesadaran memilahan sampah dan pengolahanya masih menjadi pekerjaan rumah dan tugas berat pemkab. Hingga enam kali Purbalingga mendapatkan Piala Adipura, masih sedikit masyarakat yang memiliki kesadaran memilah sampah organik dan unorganik.

“Diperlukan upaya maksimal untuk menggoyang bandul, agar rakyat mulai sadar dan berpartisipasi dalam pengelolaan sampah dengan memilah sampah dari rumah tangga masing-masing,” katanya.

Sayangnya, upaya tersebut harus diimbangi dengan penyediaan sarana prasarana yang memadai. Seperti adanya truk pengangkut sampah yang terpilah dan TPA yang menyediakan proses pemilahan sampah.

“Diperlukan strategi bagaimana caranya mengubah perilaku kita terhadap persoalan sampah. Apalagi kedepan penilaian Adipura mengacu kepada konsep Smart City. Tentu indikator penilaianya akan semakin tinggi,” katanya.

Selain keterlibatan masyarakat, masalah menejemen juga menjadi kendala utama. Dia mencontohkan, hingga kini Taman Kota Hijau Bojong tidak jelas siapa yang bertanggungjawab mengelola

Telkom dan Jasa Marga Sepakat Kembangkan Bisnis Fiber Optik

shutterstock_170784320

PT Jasa Marga Tbk (JSMR) ternyata tak hanya fokus dalam membangun bisnis tol, perusahaan “berplat merah” tersebut dikabarkan berniat memaksimalkan aset-aset mereka di sekitar jalan tol sebagai sumber pendapatan dengan menyiapkan  perusahaan patungan (Joint Venture/JV) bersama PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom). Perusahaan gabungan ini nantinya akan menggeluti bisnis membangun jaringan kabel serat optik.

Sebelumnya, telah terjalin kerja sama antara kedua belah pihak dalam bentuk solusi pembayaran tol secara elektronik yang memiliki target kontribusi hingga 30% dari total pendapatan tol. Kini guna memperkuat kemitraan di masa depan dan kelangsungan bisnis, Telkom dan Jasa Marga kembali berkolaborasi membentuk JV yang menggarap bisnis serat optik,
“Benar sedang ada persiapan JV dengan Jasa Marga. Saat ini masih sedang proses penyelesaian aspek bisnis dan legal agreement untuk pembentukan JV. Semoga semuanya berjalan lancar,” ungkap Chief Innovation & Strategy Officer Telkom Group Indra Utoyo seperti yang dikutip dari pemberitaan Indotelko kemarin (1/10).
Jasa Marga sendiri kini mulai menggeluti industri baru di bidang properti, fiber optic, dan juga perawatan jalan. Kemitraannya dengan Telkom kali ini dalam bisnis serat optik ditengarai bermodalkan dana investasi awal sebesar Rp 50 miliar.
Bisnis baru ini diharapkan mampu mendongkrak total pendapatan perseroan di masa mendatang sekitar 15% hingga 20%. Optimisme ini berangkat dari laporan keuangan semester I tahun 2014 Jasa Marga yang mendapatkan kontribusi pendapatan di luar tol sebesar 5,77% atau sekitar Rp 259,19 miliar terhadap total pendapatan konsolidasian yang sebesar Rp 4,48 triliun.
Khusus untuk perihal serat optik, proyek yang akan digarap oleh Jasa Marga kali ini memiliki kekuatan dalam infrastruktur perluasan lahan. Sementara itu Telkom mendukung dari sisi pemanfaatan teknologi. Kombinasi ini tentu memberikan satu lagi semangat baru akan harapan jaringan internet yang merata dan menyeluruh.
Melansir dari Tribunnews, tahap awal perusahaan patungan Telkom dan Jasa Marga ini nantinya akan membangun sekitar 400 kilometer kabel serat optik. Lokasi pembangunan jaringan itu adalah sekitar tol milik Jasa Marga. Namun lantaran masih dalam tahap pembahasan, pihak Telkom hanya bisa menyebutkan jika porsi kepemilikan saham Telkom dan Jasa Marga pada perusahaan patungan itu nanti relatif berimbang. “Kalau untuk investasinya, masih dihitung. Namun secara kasar jika membangun 400 km dibutuhkan dana sekitar Rp 100 miliar,” ungkap Direktur Utama Telekomunikasi Indonesia Arief Yahya (1/10).

Mengenal Teknologi Fiber Optik (Serat Optik)

Seringkali saat melintas di jalan raya di daerah Blitar Jawa Timur, tim klikhost menemui galian serat optik, atau yang lebih dikenal dengan fiber optik. Yang kami herankan, kenapa tidak langsung dipasang beberapa selang fiber optik sekalian ya, biar tidak gali lubang tutup lubang yang tentunya menyita banyak biaya.
Saat ini juga sudah banyak rumah-rumah yang menggunakan fiber optik, seperti pengguna astin*t di daerah Tulungagung, Jawa Timur. Demikian pula di daerah nganjuk juga ada beberapa yang menggunakan fiber optik dengan kecepatan koneksi internet hingga 20 Mbps. Wow… Pasti kencang deh kalau buat download di indowebster :)
Nah, sekarang biar ga ketinggalan informasi, kami akan menjelaskan apa itu fiber optik dan bagaimana cara kerjanya hingga bisa memungkinkan mentransfer data dalam jumlah yang besar dan cepat meski kabelnya kecil. Kabel tembaga biasa jelas ketinggalan jauh.

Apa itu fiber optik ?
Fiber Optik adalah saluran transmisi atau sejenis kabel yang terbuat dari kaca atau plastik yang sangat halus dan lebih kecil dari sehelai rambut, dan dapat digunakan untuk mentransmisikan sinyal cahaya dari suatu tempat ke tempat lain. Sumber cahaya yang digunakan biasanya adalah dari sinar laser atau LED.
Kabel ini berdiameter lebih kurang 120 mikrometer. Cahaya yang ada di dalam serat optik tidak keluar karena indeks bias dari kaca lebih besar daripada indeks bias dari udara, karena laser mempunyai spektrum yang sangat sempit. Kecepatan transmisi fiber optik sangat tinggi sehingga sangat bagus digunakan sebagai saluran komunikasi.
Perkembangan teknologi fiber optik saat ini, telah dapat menghasilkan pelemahan (attenuation) kurang dari 20 decibels (dB)/km. Dengan lebar jalur (bandwidth) yang besar, maka mampu dalam mentransmisikan data menjadi lebih banyak dan cepat dibandingan dengan penggunaan kabel konvensional. Dengan demikian fiber optik sangat cocok digunakan terutama dalam aplikasi sistem telekomunikasi.
Sekitar 20 tahun yang lalu, kabel fiber optik telah memngambil alih dan mengubah wajah teknologi industri telepon jarak jauh maupun industri automasi dengan pengontrolan jarak jauh. Serat optik juga memberikan peranan besar membuat Internet dapat digunakan di seluruh dunia. Pada tahun 1997 fiber optik menghubungkan seluruh dunia, Fiber-Optic Link Around the Globe (FLAG) menjadi jaringan kabel terpanjang di seluruh dunia yang menyediakan infrastruktur untuk generasi internet terbaru.

Kelebihan Fiber Optik
  1. Bandwidth sangat besar dengan kecepatan transmisi mencapai gigabit-per detik dan menghantarkan informasi jarak jauh tanpa pengulangan
  2. Biaya pemasangan dan pengoperasian yang rendah serta tingkat keamanan yang lebih tinggi
  3. Ukuran kecil dan ringan, sehingga hemat pemakaian ruang
  4. Kebal terhadap gangguan elektromagnetik dan gangguan gelombang radio
  5. Tidak ada tenaga listrik dan percikan api
  6. Tidak berkarat

Kekurangan Fiber Optik
  1. Beberapa faktor membatasi efektivitas kabel FO. Selain instalasinya yang mahal, sistem ini mungkin sinyalnya kurang kuat, hal ini disebabkan karena faktor fisik ataupun material.
  2. Dispersi dapat mempengaruhi volume informasi yang dapat diakomodasi.
  3. Tidak seperti halnya dengan kawat atau plastik, fiber juga lebih sulit untuk disambung.
  4. Sambungan akhir dari kabel fiber harus benar-benar akurat untuk menghindari transmisi yang tidak jelas.
  5. Komponen FO mahal dan membutuhkan biaya ekstra dalam pengaplikasian yang lebih spesifik.

Cara Kerja Fiber Optik
Pada prinsipnya fiber optik memantulkan dan membiaskan sejumlah cahaya yang merambat di dalamnya. Efisiensi dari serat optik ditentukan oleh kemurnian dari bahan penyusun gelas/kaca. Semakin murni bahan gelas, semakin sedikit cahaya yang diserap oleh fiber optik.
Untuk mengirimkan percakapan-percakapan telepon atau internet melalui fiber optik, sinyal analog di rubah menjadi sinyal digital. Sebuah laser transmitter pada salah satu ujung kabel melakukan on/off untuk mengirimkan setiap bit sinyal. System fiber optik modern dengan single laser bisa mentransmitkan jutaan bit/second. Atau bisa dikatakan laser transmitter on dan off jutaan kali /second.
Sebuah kabel fiber optics terbuat dari serat kaca murni, sehingga meski panjangnya berkilo-kilo meter, cahaya masih dapat dipancarkan dari ujung ke ujung lainnya.
http://i2.wp.com/3.bp.blogspot.com/_ZBsUNdkTF6Q/TOoSCMpiCnI/AAAAAAAAAC4/JdDdKkXam_I/s1600/ADSS%2B%2528Max%2B200m%2529%2BAerial%2BFiber%2BOptic%2BCable.gif?w=640
Helai serat kaca tersebut didesain sangat halus,ketebalannya kira-kira sama dengan tebal rambut manusia. Helai serat kaca dilapisi oleh 2 lapisan plastik (2 layers plastic coating) dengan melapisi serat kaca dengan plastik, akan didapatkan equivalen sebuah cermin disekitar serat kaca. Cermin ini menghasilkan total internal reflection (refleksi total pada bagian dalam serat kaca).
http://i1.wp.com/oi45.tinypic.com/dh5lxk.jpg?w=640
Sama halnya ketika kita berada pada ruangan gelap dengan sebuah jendela kaca, kemudian kita mengarahkan cahaya senter 90 derajat tegak lurus dengan kaca, maka cahaya senter akan tembus ke luar ruangan. Akan tetapi jika cahaya senter tersebut diarahkan ke kaca jendela dengan sudut yang rendah (hampir paralel dengan cahaya aslinya), maka kaca tersebut akan berfungsi menjadi cermin yg akan memantulkan cahaya senter ke dalam ruangan. Demikian pula pada fiber optics, cahaya berjalan melalui serat kaca pada sudut yang rendah.

http://i0.wp.com/oi50.tinypic.com/2evc6z8.jpg?w=640

Reliabilitas dari serat optik dapat ditentukan dengan satuan BER (Bit error rate). Salah satu ujung serat optik diberi masukan data tertentu dan ujung yang lain mengolah data itu. Dengan intensitas laser yang rendah dan dengan panjang serat mencapai beberapa km, maka akan menghasilkan kesalahan. Jumlah kesalahan persatuan waktu tersebut dinamakan BER. Dengan diketahuinya BER maka, Jumlah kesalahan pada serat optik yang sama dengan panjang yang berbeda dapat diperkirakan besarnya.

Komponen komponen fiber optik
Sebuah sistem komunikasi tentu tidak hanya didukung oleh satu dua komponen atau perangkat saja. Di dalamnya pasti terdapat banyak sekali paduan komponen yang saling bekerja sama satu dengan yang lainnya. Perpaduan dan kerja sama tersebut akan menghasilkan banyak sekali manfaat bagi berlangsungnya transfer informasi. Dengan demikian, jadilah sebuah sistem komunikasi.
Di dalamnya terdapat proses modulasi agar sinyal-sinyal informasi yang sebenarnya dapat dimungkinkan dibawa melalui udara. Dan setibanya di lokasi tujuan, proses demodulasi akan terjadi untuk membuka informasi aslinya kembali. Jika berjalan dalam jarak yang jauh maka penguat sinyal pasti dibutuhkan.
Proses komunikasi pada sistem fiber optik juga mengalami hal yang sama seperti sistem komunikasi yang lainnya. Lima komponen utama dalam sistem komunikasi fiber optik adalah sebagai berikut:
1. Cahaya pembawa informasi
Inilah sumber asal-muasal terjadinya sistem komunikasi fiber optik. Cahaya, komponen alam yang memiliki banyak kelebihan ini dimanfaatkan dengan begitu pintarnya untuk membawa data dengan kecepatan dan bandwidth yang sangat tinggi. Semua kelebihan dari cahaya seakan-akan dimanfaatkan di sini. Cahaya yang berkecepatan tinggi, cahaya yang kebal terhadap gangguan-gangguan, cahaya yang mampu berjalan jauh, semuanya akan Anda rasakan dengan menggunakan media fiber optik ini.
2. Optical Transmitter (Pemancar)
Optical transmitter merupakan sebuah komponen yang bertugas untuk mengirimkan sinyal-sinyal cahaya ke dalam media pembawanya. Di dalam komponen ini terjadi proses mengubah sinyal-sinyal elektronik analog maupun digital menjadi sebuah bentuk sinyal-sinyal cahaya. Sinyal inilah yang kemudian bertugas sebagai sinyal korespondensi untuk data Anda. Optical transmitter secara fisik sangat dekat dengan media fiber optic pada penggunaannya. Dan bahkan optical transmitter dilengkapi dengan sebuah lensa yang akan memfokuskan cahaya ke dalam media fiber optik tersebut. Sumber cahaya dari komponen ini bisa bermacam-macam.
Sumber cahaya yang biasanya digunakan adalah Light Emitting Dioda (LED) atau solid state laser dioda. Sumber cahaya yang menggunakan LED lebih sedikit mengonsumsi daya daripada laser. Namun sebagai konsekuensinya, sinar yang dipancarkan oleh LED tidak dapat menempuh jarak sejauh laser.
3. Kabel Fiber optik
Komponen inilah yang merupakan pemeran utama dalam sistem ini. Kabel fiber optik biasanya terdiri dari satu atau lebih fiber optik yang akan bertugas untuk memandu cahaya-cahaya tadi dari lokasi asalnya hingga sampai ke tujuan. Kabel fiber optic secara konstruksi hampir menyerupai kabel listrik, hanya saja ada sedikit tambahan proteksi untuk melindungi transmisi cahaya. Biasanya kabel fiber optic juga bisa disambung, namun dengan proses yang sangat rumit. Proses penyambungan kabel ini sering disebut dengan istilah splicing.
4. Optical regenerator / amplifier / repeater
Optical regenerator atau dalam bahasa Indonesianya penguat sinyal cahaya, sebenarnya merupakan komponen yang tidak perlu ada ketika Anda menggunakan media fiber optik dalam jarak dekat saja.
Sinyal cahaya yang Anda kirimkan baru akan mengalami degradasi dalam jarak kurang lebih 1 km. Maka dari itu, jika Anda memang bermain dalam jarak jauh, komponen ini menjadi komponen utama juga. Biasanya optical generator disambungkan di tengah-tengah media fiber optik untuk lebih menguatkan sinyal-sinyal yang lemah.

5. Optical receiver (Penerima)
Optical receiver memiliki tugas untuk menangkap semua cahaya yang dikirimkan oleh optical transmitter. Setelah cahaya ditangkap dari media fiber optic, maka sinyal ini akan didecode menjadi sinyal-sinyal digital yang tidak lain adalah informasi yang dikirimkan. Setelah di-decode, sinyal listrik digital tadi dikirimkan ke sistem pemrosesnya seperti misalnya ke televisi, ke perangkat komputer, ke telepon, dan banyak lagi perangkat digital lainnya. Biasanya optical receiver ini adalah berupa sensor cahaya seperti photocell atau photodiode yang sangat peka dan sensitif terhadap perubahan cahaya.

Perkembangan terkini
System terbaru transmitter laser dapat mentransmitkan warna-warna yang berbeda untuk mengirimkan beragam sinyal digital dalam fiber optics yang sama sehingga jumlah data yang dikirim akan semakin besar berkali lipat.

Ahok Pamer Internet Fiber Optik ke Menteri Tjahjo Kumolo

TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama memamerkan kecanggihan teknologi Internet di kelurahan melalui telekonferensi kepada Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Telekonferensi itu mengandalkan jaringan serat optik yang dimanfaatkan warga untuk menyampaikan aspirasi dalam acara musyawarah perencanaan pembangunan elektronik atau e-musrenbang.

"E-government kami sudah sangat baik, video call tak ada jedanya," kata Ahok, sapaan Basuki, di Balai Kota, Selasa, 14 April 2015.

Ahok bertindak sebagai moderator dalam telekonferensi yang tersambung dengan Kelurahan Paseban, Senen, Jakarta Pusat; dan Kelurahan Kramat Pela, Mampang, Jakarta Selatan itu. Pada layar yang disediakan di Balai Agung, Balai Kota, terlihat warga duduk berjajar di deretan kursi kantor kelurahan. Ahok lalu mempersilakan perwakilan warga Kelurahan Pasebab menyampaikan aspirasinya.

Ketua RW 06 Kelurahan Paseban mengeluhkan jalan berlubang di lingkungannya. Ia juga meminta pemerintah DKI memasang turap pada Kali Sentiong agar banjir tak lagi menggenangi wilayahnya saat hujan turun. Setelah menanggapi aspirasi tersebut, Ahok lantas beralih ke warga Kelurahan Kramat Pela yang sudah menunggu di saluran lain. "Silakan Pak, sampaikan apa yang menjadi keluhan di sana," katanya.

Menurut pantauan Tempo, perbincangan antara Ahok, Tjahjo, dan warga berlangsung lancar. Koneksi Internet tidak terputus. Pihak-pihak yang berada di tempat yang berbeda langsung menangkap tayangan dari tempat lain tanpa jeda.

Ketua RW 02 Kelurahan Kramat Pela meminta Ahok melanjutkan normalisasi Kali Grogol. Sebab, luapan Kali Grogol menyebabkan empat wilayah rukun warga di kelurahan itu terendam setiap kali musim hujan. Warga Kramat Pela juga meminta pemerintah DKI membangun taman interaktif di wilayah tersebut.

Ahok mengatakan program e-musrenbang akan dilaksanakan sepenuhnya dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2016. "Kami akan buat semua kelurahan menggunakan fiber optik," kata Ahok.

4G LTE Percuma Tanpa Fiber Optik?



VIVA.co.id - Operator dianggap kurang memberikan edukasi kepada masyarakat terkait layanan 4G LTE. Contoh yang paling nyata adalah soal kecepatan. Padahal, tanpa fiber optik, layanan 4G dianggap tidak bisa memberikan kecepatan maksimal.

"4G LTE memang bisa memberikan kecepatan sampai 100 Mbps, namun ternyata itu hanya untuk satu BTS secara keseluruhan. Masyarakat sendiri tidak peduli dengan speed besar. Mereka sudah puas dengan speed stabil di 2 Mbps. Untuk bisa cepat, mereka butuh fiber optik," ujar anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Ridwan Effendi, Selasa 24 Maret 2015 kemarin.

Menurut Ridwan, jika berbicara 4G, berbicara soal akses. Namun, yang sering dilupakan operator adalah soal backbone. Saat ini, operator diklaim masih menggunakan microwave link dan itu dianggap percuma.

"Aksesnya harus besar, tetapi backbone-nya dicekik. 4G harusnya siap dengan fiber optik. Percuma bicara 4G tapi backbonenya masih microwave link," kata dia.

Menanggapi hal ini, Direktur Jaringan XL, Onky Kurniawan mengatakan bahwa pihaknya sudah cukup memberikan edukasi terkait kecepatan 4G. Bahkan, mereka menegaskan kepada masyarakat jika layanan ini berbeda dengan 3G, lebih memberikan kenyamanan dalam menggunakan aplikasi macam video conference. Bahkan, mereka memberikan tagline '4G - For Goodness'.

"Kalau soal fiber optik, tidak banyak yang tahu memang kalau XL memiliki akses FO sepanjang 35 ribu kilometer. Fiberisasi sudah kita mulai sejak 2010-2011. Ke depan, LTE kita akan menggunakan fiber optik tapi microwave juga berkontribusi di beberapa area. Kalau sampai ke agregasi, baru pakai fiber. Jadi, kita sudah cukup siap ke LTE," papar Onky.

Diperjelas oleh Direktur Ericsson Indonesia, Rustam Effendi, penggunaan Microwave, atau Fiber Optik bukanlah masalah. Hal ini, karena perangkat microwave pun sudah memiliki teknologi yang cukup untuk LTE.

"Teknologi microwave versi lama memang hanya memiliki kapasitas 32-64 megabit. Itu dulu, waktu awal-awal 3G. Sekarang sudah ada microwave yang 1 GB. Hanya saja butuh frekuensi yang tinggi, sehingga cakupan jaraknya pendek. Itulah sebabnya fiber tetap dibutuhkan.

Dikatakannya, zaman fiber belum ada, penggunaan microwave link bisa mencapai jarak 20-30 kilometer, namun bandwidth-nya kecil. "Sekarang jadi bisa pakai fiber, last mile-nya baru pakai microwave. Jadi, microwave tetep ada," kata dia. (asp)














Press Release : ICON+ 13 Tahun Melayani Jaringan Fiber optic



Press Release : ICON+ 13 Tahun Melayani Jaringan Fiber optic
2013-12-03 09:40:07
Jakarta, Kamis, 3 Oktober 2013

PT Indonesia Comnets Plus (ICON+) sebagai penyelenggara jaringan dan layanan telekomunikasi yang sudah 13 tahun mendukung penyediaan jaringan telekomunikasi baik untuk PT PLN (Persero) maupun perusahaan publik lainnya, siap untuk berkontribusi lebih dalam memberikan layanan yang berkualitas kepada para pelanggannya. Hal ini diungkapkan oleh Direktur utama ICON+ Muhammad Buldansyah di sela – sela jumpa pers hari ini di kawasan jalan Gatot Subroto, Jakarta.


Lebih lanjut Buldansyah merasa optimis dengan tema yang diusung perusahaan “Beyond Connectivity” , maka melalui kelebihan yang dimiliki ICON+ yaitu jaringan fiber optic yang dapat menjangkau hingga ke daerah-daerah terpencil, ICON+ yakin dapat memenuhi tuntutan pelanggan yang tidak sekedar pada connectivity, tetapi dengan kualitas dan dukungan layanan yang bermanfaat jangka panjang bagi pelanggan.

“Setelah 13 tahun ICON+ ikut berkiprah di industri telekomunikasi di tanah air, maka kami tetap memegang teguh komitmen dan terus meningkatkan kontribusi untuk meningkatan perkembangan telekomunikasi di Indonesia. Kami ingin meningkatkan jangkauan, kualitas dan dukungan layanan kami, “ Buldansyah menambahkan. Buldansyah menegaskan kedepan ICON+ siap menjadi partner strategis bagi perusahaan – perusahaan pengguna layanan jaringan berbasis fiber optic ke segmen yang lebih luas seperti penyedia layanan TIK dan konten, termasuk kerjasama infrastruktur dengan penyelanggara telekomunikasi di Indonesia.

Senada dengan itu, Komisaris Utama ICON+ Moch. Harry Jaya Pahlawan mengemukakan bahwa dengan hak pemanfaatan ROW milik PLN yang diberikan kepada ICON+ sebagai anak perusahaan, menjadikan ICON+ memiliki asset strategis sebagai modal untuk menjadi penyedia solusi TIK terkemuka dan memliki potensi besar untuk pengembangan bisnis telekomunikasi di Indonesia.

Lebih lanjut Moch. Harry Jaya Pahlawan menambahkan, bahwa kemajuan layanan ketenagalistrikan yang dimiliki oleh PLN saat ini pun tidak terlepas dari peranan penting ICON+. Salah satu contohnya, ICON+ telah mengelola pelayanan pelanggan PLN secara terpadu di seluruh wilayah Indonesia. Hal ini merupakan bukti adanya terobosan inovasi yang dilakukan ICON+ terhadap PLN melalui contact center PLN 123, sehingga PLN dapat peningkatan pelayanan kepada para pelanggannya dengan memberikan kemudahan dan percepatan sistem pelayanan PLN kepada para konsumen listrik di tahah air.

Sekilas ICON+

PT Indonesia Comnets Plus (ICON+) adalah perusahaan nasional yang bergerak di bidang penyelenggara jaringan dan jasa telekomunikasi. ICON+ merupakan anak perusahaan PT PLN (Persero) yang didirikan pada tanggal 3 oktober 2000. ICON+ bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur jaringan kelistrikan untuk telekomunikasi, yang semula hanya dimanfaatkan untuk memnuhi kebutuhan layanan jaringan telekomunikasi bagi operasi ketenagalistrikan. Seiring berjalannya waktu dan berkembangnya teknologi yang dimiliki, kini ICON+ beroperasi sebagai penyedia utama jaringan telekomunikasi baik bagi PLN untuk maupun sector publik. ICON+ mendukung perkembangan telekomunikasi dan teknologi informasi di Indonesia dengan memanfaatkan Right of Ways (RoW) jaringan kelistrikan PLN untuk menyediakan layanan jasa dan jaringan telekomunikasi berbasis Fiber Optic, baik bagi PLN maupun pelanggan Corporate lainnya. Dalam hal ini ICON+ menyediakan jaringan Fiber Optic yang terbentang di pulau Jwa, Bali, Nusa Tenggara, Sumatera, Sulawesi dan Kalimantan. Sejak 1995, PLN telah mengoperasikan jaringan Fiber Optic terutama di Pulau Jawa untuk memenuhi kebutuhan Telekomunikasi internal PLN.

Serat Optik Sepanjang 6000 KM Siap Membentang Menyatukan Kawasan Timur Indonesia


Ground Breaking Maluku Cable System

Ternate, 28 Mei 2013 - PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) siap menggelar infrastruktur serat optik Maluku Cable System. “Infrastruktur kabel laut ini nantinya diharapkan mampu meningkatkan ketersediaan layananbroadband di Kawasan Timur Indonesia sekaligus meningkatkan daya saing kawasan yang kaya sumber daya alam tersebut. Untuk kali ini akan dimulai dari pembangunan infrastruktur di kawasan Maluku,” ujar Menteri Komunikasi dan Informasi Tifatul Sembiring pada acara Ground Breaking Maluku Cable System (MCS) yang turut dihadiri Direktur Utama Telkom, Arief Yahya di Ternate (28/5).
MCS merupakan bagian dari program pembangunan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Sulawesi Maluku Papua Cable System (SMPCS). SMPCS merupakan kelanjutan dari pembangunan Mega Proyek Palapa Ring dan menjadi salah satu program Telkom dalam mewujudkan Indonesia Digital Network (IDN). Sebelumnya pada tahun 2011, Telkom berhasil menggelar Mataram Kupang Cable System.
Tifatul menambahkan, proyek MCS akan memperluas konektivitas dan meningkatkan kapasitas layanan data di daerah-daerah yang belum dilayani secara memadai, hal ini penting untuk meningkatkan akses broadband untuk semua.
“Pembangunan infrastruktur broadband MCS ini akan meningkatkan konektivitas layanan di Indonesia khususnya kawasan timur sehingga penyebaran informasi kepada masyarakat dapat diperoleh secara merata oleh,” ujar Tifatul.
Pembangunan Sistem Komunikasi Kabel Laut SMPCS mencakup penggelaran Kabel Laut sepanjang 5.444 km dan Kabel Darat sepanjang 655 km. Secara Network Design, SMPCS terdiri dari 3 jalur utama, yaitu Manado – Ambon – Fakfak – Timika, Manado – Sorong – Biak – Jayapura, dan Ambon – Kendari, serta 13 cabang meliputi : Jailolo, Ternate, Labuha, Sorong, Mangole, Sanana, Namlea, Masohi, Banda Neira, Bula, Manokwari, Sarmi, dan Kaimana. Dengan mengoptimalkan teknologi Dense Wavelength Division Multiplexing (DWDM), SMPCS mampu mendukung jaringan hingga kapasitas bandwidth 32×100 Gigabytes per fiber pair-nya
Direktur Utama Telkom Arief Yahya mengatakan, untuk pembangunan SMPCS Telkom menggandeng dua perusahaan asing, yakni Alcatel Submarine Network (ASN) dari Perancis dan NEC Corporation dari Jepang. SMPCS merupakan bagian dari proyek jaringan infrastruktur Indonesia Digital Network (IDN) yang akan menghubungkan seluruh Nusantara mulai dari Banda Aceh hingga Papua.
“IDN merupakan salah satu inisiatif Telkom dalam mendukung program pemerintah Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Melalui IDN, Telkom siap membangun 15 juta homepass dan 1 juta wifi pada tahun 2015 untuk mewujudkan salah satu pilar utama MP3EI yaitu konektivitas,” ujar Arief.
Diharapkan pembangunan infrastruktur SMPCS akan selesai awal tahun 2015. Dengan selesainya pembangunan tersebut, maka Telkom telah turut meningkatkan konektivitas dengan menghubungkan seluruh kepulauan di Indonesia dari Sabang sampai Merauke melalui IDN. Selanjutnya, Telkom akan mendukung hasil pembangunan fiber optictersebut dengan program-program besar lainnya, diantaranya IndiSchool, IndiPreneur, IndiFinance dan IndiHome agar masyarakat Indonesia semakin memperoleh kemudahan dalam berkomunikasi.
"Persembahan Telkom Indonesia untuk Indonesia"

Perbaikan Kabel Fiber Optik Bawah Laut di Papua Butuh Waktu 2 Minggu


Shutterstock Ilustrasi kabel serat optik

JAYAPURA, KOMPAS.com - Pengguna internet di beberapa kabupaten di Papua harus bersabar hingga sekitar 2 pekan ke depan untuk kembali merasakan akses internet normal. Sebab, perbaikan kabel fiber optik yang berada di bawah laut masih menunggu kapal khusus yang saat ini masih mengerjakan proyek kabel fiber optik dari Kabupaten Fak-Fak menuju Kabupaten Merauke.
Kemarin, koneksi internet di beberapa kota dan kabupaten di Papua mengalami gangguan menyusul terputusnya kabel fiber optik bawah laut diantara perairan Biak dan Jayapura.
Asisten Manajer Communication and Secretariate PT Telkom Wilayah Jayapura, Wibowo Rahardjo mengatakan, pihaknya sudah mendeteksi kerusakan kabel fiber optik berada diperairan yang berjarak kurang lebih 300 kilometer dari Jayapura. Menurut Wibowo, untuk melakukan perbaikan pihaknya masih harus menunggu kedatangan kapal khusus yang saat ini masih berada di Merauke.
"Memperhitungkan lama berlayar kapal dari Merauke ke Jayapura dan waktu perbaikan diperkirakan butuh waktu 2 minggu. Untuk penyebab kerusakan kabel fiber optik belum kami ketahui," kata Wibowo yang dihubungi Kompas.com melalui telepon selulernya, Selasa (21/4/2015).
Mengenai koneksi internet di beberapa kabupaten yang terganggu, menurut Wibowo sudah dialihkan kembali memakai satelit. Ini merupakan solusi sementara sambil menunggu perbaikan kabel fiber optik.
"Masyarakat pasti merasa akses internet terganggu, tapi yang benar adalah kembali merasakan akses internet dengan kecepatan sama seperti sebelum menggunakan kabel fiber optik," ucap Wibowo.
Mengenai kerusakan kabel fiber optik tersebut, Wibowo mengaku sudah melaporkan kepada PT Telkom pusat dan pihak Vendor pengerjaan kabel fiber optik bawah laut. Ia berharap perbaikan bisa secepatnya dilakukan sehingga masyarakat dapat kembali merasakan akses internet normal.