Selasa, 10 Maret 2015

Gangguan Transmisi Pada Jaringan

Dalam proses pengiriman data dari komputer satu dengan komputer lain atau lebih luas lagi dari jaringan suatu kota ke kota lain, kemungkinan terjadinya gangguan proses tersebut pasti ada. Pada sinyal analog, kualiatas data yang diterima tidak lengkap sehingga menurunkan kualitas sinyal. Sedangkan pada sinyal digital, kemungkinan terjadinya error artinya bitnar ‘1’ akan menjadi binary ‘0’ dan sebaliknya yang mengakibatkan kesalahan data. Berikut ini saya jelaskan sedikit tentang gangguan yang mungkin terjadi pada jaringan komputer.

ATENUASI (ATTENUATION)
Kekuatan sinyal berkurang atau melemah bila jaraknya terlalu jauh melalui media transmisi, baik dengan menggunakan media transmisi guide seperti kabel, atau media transmisi unguide seperti gelombang(WIFI). Atenuasi biasa terjadi pada sinyal analog, karena atenuasi berubah-ubah sebagai fungsi frekuensi, sinyal yang diterima menjadi menyimpang dan mengurangi tingkat kejelasan.
Cara menanggulangi dari gangguan ini adalah diperlukan sebuah alat penguat sinyal seperti repeater atau ampllifier

DELAY DISTORSI (DELAY DISTORTION)
Gangguan ini biasanya terjadi pada transmisi data dengan menggunakan media transmisi guide seperti kabel. Gangguan ini sangat kritis terjadi di data digital, bila suatu rangkaian bit sedang ditransmisikan, baik dengan menggunakan signal analog/digital, bisa mengakibatkan posisi bit melenceng ke bit yang lain.Gangguan ini terjadi akibat kecepatan sinyal yang melalui medium berbeda-beda sehingga tiba pada penerima dengan waktu yang berbeda.

NOISE / DERAU
Gangguan ini terjadi karena adanya sinyal-sinyal yang bercampur(distorsi) yang tidak diinginkan. Noise dibagi lagi menjadi 4 kategori :
@Thermal Noise
Thermal noise terjadi karena agitasi elektron dalam suatu konduktor, agitasi elektron selalu muncul di semua perangkat elektronik dan media transmisi yang diakibatkan temperatur. Thermal noise juga kadang disebut white noise. Gangguan transmisi ini tidak dapat dihindari sampai sekarang karena sebagai batasan kemampuan kerja sistem komunikasi.
@ Intermodulation Noise
Disebabkan karena sinyal-sinyal pada frekuensi-frekuensi yang berbeda tersebar pada medium transmisi yang sama sehingga menghasilkan sinyal-sinyal pada suatu frekuensi yang merupakan penjumlahan atau pengalian daru dua frekuensi asalnya. Hal ini timbul karena ketidaklinearan dari transmitter dan receiver.
@ CrossTalk
Gangguan ini terjadi karena sambungan yang kurang baik atau kabel elekrik yang berdekatan dan dapat pula dari gelombang microwave. Misalnya mungkin anda pernah menerima telpon dari teman anda namun beberapa detik ada suara orang lain terdengar.
@ Impulse Noise
Impulse Noise terdiri dari pulsa-pulsa tak beraturan atau spike-spike noise dengan durasi pendek dan dengan amplitudo yang relatif tinggi. Gangguan ini biasa terjadi karena kilat atau petir dan mungkin kesalahan dalam sistem komunikasi. Noise ini merupakan sumber utama kesalahan dalam komunikasi data digital dan hanya merupakan gangguan kecil bagi data analog.
Semoga artikel ini bermanfaat,

Tutup usianya sang penemu Teknologi Laser

Penemu Teknologi Laser Tutup Usia


TEMPO.CO , Jakarta - Charles Townes, penerima penghargaan Nobel sekaligus seorang yang berpengaruh atas penciptaan teknologi laser, meninggal dunia beberapa hari yang lalu di usia 99 tahun. Profesor dari Universitas California, Berkeley, itu tutup usia pada tanggal 27 Januari 2015 di Oakland.

Townes lahir di Greenville, South Carolina, Amerika Serikat. Ia sebelumnya mencetuskan ide untuk kelahiran maser, teknologi pendahulu laser yang bertujuan membantu mengubah arah teknologi dan memberi manfaat terhadap masyarakat.

Penghargaan Nobel berhasil diraihnya pada tahun 1964 untuk kategori Fisika bersama Nicolay Gennadiyevich Basov dan Aleksandr Mikhailovich Prokhorov. Tanpa mereka, mungkin saja kita tak akan menyaksikan film fiksi ilmiah seperti Star Wars dan Star Trek yang menggunakan senjata laser.

Dilansir situs The Verge, Townes mendapat ilham yang berujung pada pengembangan laser saat ia sedang duduk di bangku taman di Washington DC.

Saat itu, tahun 1951, sang jenius hendak menemui komite Angkatan Laut dengan harapan menemukan cara untuk meningkatkan teknologi komunikasi dengan gelombang mikro. Namun, ia menolak untuk berbagi ide barunya itu dan kembali ke Universitas Columbia untuk membuat perangkat maser.

Maser adalah sebuah akronim dari "microwave amplification by stimulated emission of radiation". Townes mengakui, sejumlah rekannya termasuk fisikawan ternama Niels Bohr awalnya meragukan teori Townes karena dianggap melanggar Prinsip Ketidakpastiaan Heisenberg. Tapi nyatanya, mesin Townes bisa bekerja dengan baik.

Enam tahun kemudian, sekitar tahun 1957, Townes mencari kreasi versi baru dari maser yang menggunakan sinar infra merah ketimbang gelombang mikro. Maka terciptalah laser, yang juga sebuah akronim dari "light amplification by stimulated emission of radiation". Perangkat pertama yang berhasil menggunakan laser dibuat pada tahun 1960 oleh Theodore H. Maiman.

Empat tahun kemudian, keberadaan laser diakui sangat penting pada tingkat ilmiah tertinggi, yang membawanya meraih penghargaan Nobel kategori Fisika. Laser hingga saat ini masih digunakan dalam kehidupan sehari-hari, contohnya untuk memindai Blu-Rays dan barcode, hingga operasi mata.