Senin, 27 April 2015

Hanya butuh 1/2 watt buat laser pointer jangkau 1,6 km!


Laser atau Light Amplification by Stimulated Emission of Radiation merupakan hasil sinar yang dikuatkan melalui cara radiasi atom-atom. Sebegitu kuatnya sehingga bisa membakar bahkan memotong baja.
Gangguan laser pointer hijau pada kiper korea selatan Lee Woon-Jae di Riyadh
Akhir-akhir ini laser ramai dibicarakan karena muncul pada pertandingan sepakbola final AFF antara Malaysia vs Indonesia di stadion Bukit Jalil Malaysia. Laser ini warnanya hijau. Diketahui bahwa laser warna hijau lebih kuat daripada laser warna merah. Kini, laser bisa dihasilkan dari energi baterai dan bisa dibawa-bawa seperti bentuk bolpoin atau pena. Kita mengenalnya sebagai laser pointer.
Yang sering presentasi tidak akan asing dengan benda ini, warna sinarnya merah dan berharga cukup murah serta jarak jangkauannya cukup jauh. Walaupun mahal, laser pointer warna hijau diminati karena lebih kuat dari yang merah dan jaraknya semakin jauh.
Bagi sebagian orang laser pointer digunakan untuk menganggu orang lain, lihat halaman di wikipedia tentang laser pointer bagian regulations and misuse. Untuk beberapa negara, penembak laser pointer yang mengganggu bisa dikenakan denda dan dipenjara. Di sana tercatat berbagai gangguan pada pemain bola pada ajang-ajang internasional, termasuk piala AFF 2010. -sepertinya, insiden laser pointer di piala AFF akan dientri sebagai update artikel :D
Berbagai respon muncul, bahkan ada yang mengatakan bahwa itu laser gun dan berkekuatan 10-25 watt. Setelah bolak-balik lewat mbah gugle… laser gun itu mahal dan bentuknya relatif besar serta dia termasuk laser kelas 4 (kelas teratas yang paling membahayakan) dan dapat membakar. Jadi, sebelum sinar mencapai pemain bisa-bisa membakar teman sendiri karena penembak harus mengatur arah akibat pemain yang selalu bergerak.
Laser pointer warna hijau yang termahal yang ada di pasaran (pasar maya/internet) berjenis kelas 3B dengan kekuatan 500 miliwat atau 1/2 watt sudah bisa menjangkau 1 mil atau 1,6 km. Walaupun jaraknya berkurang ketika digunakan di siang hari. Laser pointer ini sudah cukup mampu untuk menganggu penglihatan ketika diarahkan ke mata. Bahkan bisa membuat kebutaan. Harganya pun berkisar $50- $700. Lihat salah satu situs penjual laser pointer dan lihat gambarnya ketika ditembakkan ke jarak 1 mil.
Daftar Kelas untuk Laser
Class 1 Safe.
Class 1M Safe provided optical instruments are not used.
Class 2 Visible lasers. Safe for accidental exposure (< 0.25 s).
Class 2M Visible lasers. Safe for accidental exposure (< 0.25 s) providing optical instruments* are not used.
Class 3R Not safe. Low risk.
Class 3B Hazardous. Viewing of diffuse reflection** is safe.
Class 4 Hazardous. Viewing of diffuse reflection is also hazardous. Fire risk.

Berita Opto : Perusahaan Jerman Buat Senjata Laser Penghancur Drone

 
Senjata laser buatan perusahaan asal Jerman (Rheinmetall Defense)
VIVAnews - Sebuah perusahaan pertahanan asal Jerman, Rheinmetall Defense, berhasil melakukan uji coba senjata laser yang mampu menembak jatuh dua buah pesawat nirawak (drone). Senjata ini masih terus dikembangkan dan akan dibuat lebih kecil di masa mendatang.

Seperti diberitakan BBC pekan ini, senjata laser Rheinmetall mampu menembak objek bergerak di udara di jarak lebih dari satu kilometer. Senjata dengan dua penembak laser ini mampu menembus baja beton.

Sistem senjata laser berkekuatan 50KW ini menggunakan radar dan sistem optik untuk mendeteksi dan melacak dua drone yang datang, ujar pernyataan perusahaan tersebut. Drone tersebut terbang dengan kecepatan 50 meter per detik, dan ditembak jatuh saat memasuki daerah jangkauan laser.

Radar dalam senjata bekerja menentukan lokasi target yang akan ditembak, sementara sistem optik memperbaiki keakuratan tembakan. Selain untuk menembak drone, laser ini mampu menghancurkan sebuah bola baja setebal 15mm, yang dibuat menyerupai serangan mortir.

Menurut Rheinmetall, senjata ini mampu bekerja di segala cuaca, termasuk bersalju, panas dan hujan. Hal ini telah dibuktikan dalam pengujian di beberapa waktu tersebut. Di masa depan, senjata ini bisa ditempel di kendaraan tempur dan digabungkan dengan meriam revolver 35mm.

Bukan hanya perusahaan Jerman saja yang mulai mengembangkan senjata jenis ini. Sebelumnya, perusahaan AS Raytheon memamerkan laser anti pesawat tempur berdaya 50KW pada Pameran Udara Farnborough tahun 2010. Lalu pada Juni 2012, militer Amerika Serikat menguji coba senjata laser yang bisa membakar sebuah perahu boat.

Gelontorkan Rp200 Miliar untuk Migrasi ke Fiber Optic



Gelontorkan Rp200 Miliar untuk Migrasi ke Fiber Optic
Fiber optic. Foto: Ilustrasi.
MAKASSAR - Dalam melakukan upaya akselerasi layanan  komunikasi di wilayah Kawasan Timur Indonesia (KTI) meliputi, Sulawesi, Maluku, Bali, Nusra dan Papua, PT Telkom Divisi Regional KTI tahun ini menggelontorkan dana Rp200 miliar .

Dana tersebut digunakan untuk memigrasi layanan kabel telekomunikasi yang sebelumnya mengandalkan kabel tembaga ke teknologi fiber optic.

Kepala Divisi Regional (Divre) KTI, Mohammad Firdaus mengatakan, sistem ini memiliki banyak kelebihan. Seiring dihadirkannya produk layanan  IndiHome Triple Play 100% Fiber demi menjawab kebutuhan pengguna internet di wilayah KTI.

Dimana, layanan ini merupakan layanan lengkap terdiri telepon rumah, layanan internet berkecepatan tinggi berkecepatan 10 Mbps, UseeTv Cable, IndiHome View, Melon, dan Trend Micro.

Dia menjelaskan, untuk telepon rumah menyajikan layanan komunikasi telepon dengan keunggulan kualitas suara jernih dan pelanggan mendapatkan  gratis nelpon 1.000 menit per bulan untuk lokal dan interlokal sesama fixphone.

"IndiHome Fiber merupakan layanan internet berkecepatan tinggi menggunakan fiber optik dari Telkom, yang memiliki keunggulan lebih cepat karena fiber optik mampu mentransfer data atau bandwidth data hingga ratusan Mbps, jauh lebih cepat dibandingkan kabel coaxial atau copper," ujarnya, Kamis (26/2/2015).

Dikatakan Firdaus sapaan akrabnya, fiber optic memberikan jaminan kenyamanan berkomunikasi pelanggan, meski hujan dipastikan komunikasi tetap lancar.

Firdaus mengungkapkan, sejak tahun lalu dilakukan pemasangan fiber optic seluruh wilayah sudah tercover jaringan lama ke jaringan baru. Meski secara parsial masih ada pelanggan yang belum menikmatinya karena tahap awal yang disasar merupakan kawasan pengembangan baru, seperti wilayah perumahan seperti Bukit Baruga, Istanbul Sungguminasa dan Citraland.

"Jika secara pelanggan dari total 800 ribu pelanggan Telkom di KTI, tercatat baru sekitar 40% masuk dalam sistem fiber optic atau baru sekitar 22 ribuan pelanggan termasuk pelanggan baru. Jumlah tersebut akan terus bertambah dengan hadirnya Indihome bisa menjadi 1 juta pelanggan," ungkapnya

Firdaus menuturkan, tahun ini revenue perusahaan diharapkan bisa tumbuh sekitar 15%, dengan kontribusi terbesar ditargetkan dari produk Indihome sekitar 60%.

Sementara itu,  Manager Customer Care Telkom Divre KTI, Martua memaparkan, selain menggencarkan sosialisasi Indihome, para pelanggan flexy juga ikut dalam program migrasi ke Telkomsel.

"Dari total pelanggan flexy di KTI mencapai 500 ribu pelanggan sekitar 150 ribu berada di Makassar, dan yang telah di migrasi mencapai 25 ribu pelanggan dan di targetkan pada Mei mendatang seluruhnya sudah rampung,"paparnya.

Dia menambahkan, khusus di wilayah kabupaten per hari ini, (kemarin), seluruh BTS flexy sudah dimatikan termasuk di wilayah Makassar, khususnya yang memiliki tingkat penggunaan flexy kapasitas rendah dan Maret minggu kedua semua akan dimatikan.


(dol)

Investasi Fiber Optik Telkom Harus Dipertanggungjawabkan

Investasi Fiber Optik Telkom Harus Dipertanggungjawabkan
JAKARTA - Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, ekspansi internet dan fiber optik PT Telkom di kota-kota besar dilakukan karena nilai investasinya besar. Oleh karena itu Telkom harus mempertanggungjawabkannya. "Nilai investasi besar untuk program ini harus dipertanggungjawabkan Telkom," ucapnya kepada Okezone, di Gedung DPR Jakarta, Jumat (24/4/2015).
Menurutnya, sasaran mengapa kota besar diutamakan, diharapkan pelanggannya banyak, sehingga pengembalian dana besar proyek ini bisa didapat. "Jaringan fiber optik merupakan kebutuhan sangat besar yang akan memanfaatkan usaha-usaha industri perkantoran dan juga pribadi-pribadi," ucap dia.
Dia berharap, agar nilai investasi kembali lebih besar. Karenanya, ke depan fiber optik akan digunakan di seluruh Indonesia.
Alasannya, alat tersebut yang paling baik untuk aktivitas media internet. "Lebih lanjut bisa menanyakan pada pihak Telkom," tuturnya.
(mrt)

Fiber Optik Rusak Sebabkan Kelumpuhan Jaringan Internet

Fiber Optik Rusak Sebabkan Kelumpuhan Jaringan Internet

LONDON - Sebagian wilayah di Inggris kabarnya mengalami gangguan koneksi internet. Gangguan ini tepatnya yang berada di area English West Midlands dan South Coast karena kerusakan pada kabel fiber optik.
Dilansir Ispreview, Jumat (5/4/2015), gangguan tersebut membuat performa broadband menjadi lambat dan konektivitas yang terhambat. Sebagian besar masalah ini dikarenakan rusaknya serangkaian kabel serat optik.
Pelanggan operator Sky Broadband di Inggris menjadi yang pertama merasakan gangguan internet tersebut. Kabarnya, gangguan tersebut menyebabkan performa internet menjadi lumpuh untuk wilayah Hampshire dan Dorset sejak Selasa sore atau 31 Maret 2015 waktu setempat.
Untuk menangani gangguan koneksi internet broadband tersebut, pekerja pihak ketiga dikerahkan untuk melakukan perbaikan. Sementara itu, operator Virgin Media juga terkena imbas dari gangguan tersebut dengan problem serupa, di mana salah satu kabel kapasitas fibre optik mereka rusak di Gloucester.
Gangguan tersebut mempengaruhi jaringan internet pada area yang luas seperti Cardiff dan Birmingham. Penyedia layanan internet lainnya seperti TalkTalk, Zen Internet dan Entanet juga terkena dampak dari rusaknya kabel optik tersebut.
(ahl)

Bupati Beltim Resmikan Pengoperasian Jaringan Fiber Optic Manggar-Tanjungpandan

KBRN, Manggar : Bupati Belitung Timur dr. Basuri Tjahaja Purnama meresmikan pengoperasian jaringan fiber optic Manggar-Tanjungpandan, didampingi Direktur Network Information Technology And Solution Telkom yang diwakili Executive General Manager (EGM) Divisi Network Broadband, Era Kamali, dan EGM Telkom Regional 1 Sumatera Teuku Muda Nanta, serta dihadiri para pimpinan SKPD di lingkungan pemkab Beltim dan perusahaan terkait di Gedung Auditorium Pemda Beltim, Rabu (29/10/2014).

Bupati Beltim Basuri mengapresiasi pihak Telkom atas beroperasinya proyek pembangunan jaringan fiber optic  Manggar-Tanjungpandan sebagai bentuk upaya kerjasama di bidang teknologi informasi.

“Saya betul-betul senang dan bangga jaringan fiber optic tersambung dari Manggar sampai ke Tanjung Pandan. Adanya teknologi ini perkembangan  informasi dunia dapat lebih mudah ditembus dan dapat mempercepat sistem kerja dan untuk dunia pendidikan, seperti mimpi saya anak-anak sekolah dan seluruh masyarakat Beltim bisa berperan, menguasai teknologi,” kata Basuri dalam sambutannya.

Di sisi lain, Basuri juga mengatakan bahwa melalui sistem ini Pulau Belitung dapat lebih terkenal pariwisatanya.

“Adanya teknologi ini akan mempercepat laju pariwisata di Belitung khususnya Belitung Timur karena semua potensi wisata dapat lebih mudah di akses ke seluruh dunia,” ungkap Basuri.

Selain itu, tutur Basuri, teknologi ini dapat menjadikan Belitung Timur bersih transparan dan profesional.

“Adanya teknologi  yang berjalan di pemerintahan dengan menggunakan sistem ini dapat lebih mempercepat sistem pelayanan untuk masyarakat dan menjadikan Beltim bersih transparan dan profesional. Kemudian infrastruktur di Beltim dapat lebih baik sehingga Belitong lebih siap untuk menghadapi kompetisi,” ungkap Basuri.

Sementara itu, Direktur Network Information Technology And Solution Telkom yang diwakili  Era Kamali mengatakan  Proyek fiber optic ini merupakan bagian pengembangan  infrastruktur IDN (Indonesia Digital Network) yang lengkap untuk menjadikan berbagai kawasan di tanah air terintegrasi. Project ini juga menjadi bagian dari rencana pembangunan MP3EI serta mendorong pengembangan kawasan maritim di Sumatera.
  

Dijelaskannya, kehadiran backbone fiber optic selain mengintegrasikan sistem jaringan nasional Telkom juga mendorong Manggar memiliki infrastruktur ICT yang mumpuni. Kedepan, sebagai kabupaten baru di Provinsi Bangka Belitung, Kota Manggar dapat diharapkan menjadi kota dengan infrastruktur ICT modern seperti kota maju lainnya di tanah air.
 

Teuku Muda Nanta selaku Executive General Manager (EGM) Telkom Regional I Sumatera menjelaskan, proyek ID Ring atau Regional Metro Junction (RMJ) ini berupa penggelaran Fiber Optik kapasitas 48 core sepanjang 93 Km dari STO Tanjung Pandan ke STO Manggar. Beroperasinya link RMJ Fiber Optik Tanjung Pandan-Manggar akan memperluas jangkauan layanan dengan menghidupkan 8  node B Telkomsel, 3 titik wifi untuk Telkomsel, 4 MSAN dan 6 titik Wifi Corner di Area Mangar serta  membuka peluang bagi TelkomGroup memberikan layanan broadband melebihi ekspektasi masyarakat berupa layanan 3G Mobile Broadband TELKOMSEL, High Speed Data, Voice,  dan UseeTV.    


Kehadiran IDN bagi Telkom Group merupakan terobosan menuju modernisasi infrastruktur efektif dan efisien dari sebelumnya menggunakan radio dengan kapasitas bandwidth yang sangat terbatas  1 STM-1 yang membutuhkan resource dan daya listrik yang tersebar pada 7 lokasi hop.

Teuku Muda Nanta juga mengungkapkan modernisasi infrastruktur ini akan menghadirkan akses internet dengan kecepatan tinggi. Banyak interaksi dan kebutuhan informasi yang mengharuskan sebuah kota memiliki akses internet yang stabil dengan kecepatan yang memadai. 

“Saat ini  Telkom sudah menabur titik-titik Hotspot Indonesia Wifi di berbagai kota di sepanjang pulau Sumatera,” jelas Teuku Muda Nanta.


Peresmian pengoperasian jaringan fiber optic di Manggar ini ditandai dengan penyerahan dana CSR ( Corporate Sosial Responsibility) senilai Rp 49 juta untuk  penyediaan pembangunan taman digital kota Manggar. (VER/SR/HF)

Galian Kabel Fiber Optik Ancam Penilaian Adipura

KBRN, Purbalingga: Wakil Bupati Purbalingga Tasdi mengkhawatirkan adanya pekerjaan galian kabel fiber optik di sejumlah ruas jalan protokol dapat mengancam upaya Purbalingga mempertahankan piala Adipura. Padahal pelaksanaan penilaian Adipura tahap kedua diperkirakan pada pekan ketiga bulan April ini.

“Saya tadi sudah meminta pihak PT Telkom agar pekerjaan galian kabel fiber optiknya dapat dipercepat penyelesaianya. Yang penting sebelum waktu penilaian, galian yang ada sudah rapi kembali,” kata Wabup Tasdi saat Rakor Expose Adipura di Operation Room Graha Adiguna, Selasa (14/4/2015).

Sebelumnya, pada Selasa pagi Wabup melakukan pemantauan bersama personil Badan Lingkungan Hidup (BLH) Purbalingga. Mendapati sejumlah jalan wilayah kota terdapat banyak galian kabel fiber optik yang tidak beraturan, dirinya langsung berkordinasi dengan pimpinan PT Telkom Purbalingga.

“Pihak Telkom siap mempercepat pekerjaan dan mendukung adanya penilaian Adipura,” jelasnya.

Dalam expose Adipura yang memaparkan hasil pemantauan tiga tim gabungan, diketahui masih banyak titik pantau yang harus ditingkatkan nilainya. Diantaranya menyangkut proses pemilahan sampah, pengolahan sampah dan ketertiban parkir.

Di setiap titik pantau, lanjut Wabup, penilaian terhadap pemilahan sampah dan pengolahan sampah masih dibawah nilai 75. Bahkan masih ada lokasi yang nilainya 30 – 50 seperti pemilahan dan pengolahan sampah di Pasar Mandiri dan SMP Negeri 5.

“Hasil penilaian P1 Oktober lalu, Purbalingga mendapat nilai 74,89. Saya minta semua titik pantau yang nilainya masih dibawah 75 berupaya meningkatkan nilai minimal menjadi 75,75 seperti hasil penilaian P2 pada Adipura 2014 lalu. Targetnya, P2 nanti dapat naik menjadi 76,51,” kata Wabup.

Sementara, diungkapkan Kris Hartoyo dari Forum Purbalingga Bersih, hingga kini kesadaran memilahan sampah dan pengolahanya masih menjadi pekerjaan rumah dan tugas berat pemkab. Hingga enam kali Purbalingga mendapatkan Piala Adipura, masih sedikit masyarakat yang memiliki kesadaran memilah sampah organik dan unorganik.

“Diperlukan upaya maksimal untuk menggoyang bandul, agar rakyat mulai sadar dan berpartisipasi dalam pengelolaan sampah dengan memilah sampah dari rumah tangga masing-masing,” katanya.

Sayangnya, upaya tersebut harus diimbangi dengan penyediaan sarana prasarana yang memadai. Seperti adanya truk pengangkut sampah yang terpilah dan TPA yang menyediakan proses pemilahan sampah.

“Diperlukan strategi bagaimana caranya mengubah perilaku kita terhadap persoalan sampah. Apalagi kedepan penilaian Adipura mengacu kepada konsep Smart City. Tentu indikator penilaianya akan semakin tinggi,” katanya.

Selain keterlibatan masyarakat, masalah menejemen juga menjadi kendala utama. Dia mencontohkan, hingga kini Taman Kota Hijau Bojong tidak jelas siapa yang bertanggungjawab mengelola