Senin, 27 April 2015

Telkom dan Jasa Marga Sepakat Kembangkan Bisnis Fiber Optik

shutterstock_170784320

PT Jasa Marga Tbk (JSMR) ternyata tak hanya fokus dalam membangun bisnis tol, perusahaan “berplat merah” tersebut dikabarkan berniat memaksimalkan aset-aset mereka di sekitar jalan tol sebagai sumber pendapatan dengan menyiapkan  perusahaan patungan (Joint Venture/JV) bersama PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom). Perusahaan gabungan ini nantinya akan menggeluti bisnis membangun jaringan kabel serat optik.

Sebelumnya, telah terjalin kerja sama antara kedua belah pihak dalam bentuk solusi pembayaran tol secara elektronik yang memiliki target kontribusi hingga 30% dari total pendapatan tol. Kini guna memperkuat kemitraan di masa depan dan kelangsungan bisnis, Telkom dan Jasa Marga kembali berkolaborasi membentuk JV yang menggarap bisnis serat optik,
“Benar sedang ada persiapan JV dengan Jasa Marga. Saat ini masih sedang proses penyelesaian aspek bisnis dan legal agreement untuk pembentukan JV. Semoga semuanya berjalan lancar,” ungkap Chief Innovation & Strategy Officer Telkom Group Indra Utoyo seperti yang dikutip dari pemberitaan Indotelko kemarin (1/10).
Jasa Marga sendiri kini mulai menggeluti industri baru di bidang properti, fiber optic, dan juga perawatan jalan. Kemitraannya dengan Telkom kali ini dalam bisnis serat optik ditengarai bermodalkan dana investasi awal sebesar Rp 50 miliar.
Bisnis baru ini diharapkan mampu mendongkrak total pendapatan perseroan di masa mendatang sekitar 15% hingga 20%. Optimisme ini berangkat dari laporan keuangan semester I tahun 2014 Jasa Marga yang mendapatkan kontribusi pendapatan di luar tol sebesar 5,77% atau sekitar Rp 259,19 miliar terhadap total pendapatan konsolidasian yang sebesar Rp 4,48 triliun.
Khusus untuk perihal serat optik, proyek yang akan digarap oleh Jasa Marga kali ini memiliki kekuatan dalam infrastruktur perluasan lahan. Sementara itu Telkom mendukung dari sisi pemanfaatan teknologi. Kombinasi ini tentu memberikan satu lagi semangat baru akan harapan jaringan internet yang merata dan menyeluruh.
Melansir dari Tribunnews, tahap awal perusahaan patungan Telkom dan Jasa Marga ini nantinya akan membangun sekitar 400 kilometer kabel serat optik. Lokasi pembangunan jaringan itu adalah sekitar tol milik Jasa Marga. Namun lantaran masih dalam tahap pembahasan, pihak Telkom hanya bisa menyebutkan jika porsi kepemilikan saham Telkom dan Jasa Marga pada perusahaan patungan itu nanti relatif berimbang. “Kalau untuk investasinya, masih dihitung. Namun secara kasar jika membangun 400 km dibutuhkan dana sekitar Rp 100 miliar,” ungkap Direktur Utama Telekomunikasi Indonesia Arief Yahya (1/10).

Mengenal Teknologi Fiber Optik (Serat Optik)

Seringkali saat melintas di jalan raya di daerah Blitar Jawa Timur, tim klikhost menemui galian serat optik, atau yang lebih dikenal dengan fiber optik. Yang kami herankan, kenapa tidak langsung dipasang beberapa selang fiber optik sekalian ya, biar tidak gali lubang tutup lubang yang tentunya menyita banyak biaya.
Saat ini juga sudah banyak rumah-rumah yang menggunakan fiber optik, seperti pengguna astin*t di daerah Tulungagung, Jawa Timur. Demikian pula di daerah nganjuk juga ada beberapa yang menggunakan fiber optik dengan kecepatan koneksi internet hingga 20 Mbps. Wow… Pasti kencang deh kalau buat download di indowebster :)
Nah, sekarang biar ga ketinggalan informasi, kami akan menjelaskan apa itu fiber optik dan bagaimana cara kerjanya hingga bisa memungkinkan mentransfer data dalam jumlah yang besar dan cepat meski kabelnya kecil. Kabel tembaga biasa jelas ketinggalan jauh.

Apa itu fiber optik ?
Fiber Optik adalah saluran transmisi atau sejenis kabel yang terbuat dari kaca atau plastik yang sangat halus dan lebih kecil dari sehelai rambut, dan dapat digunakan untuk mentransmisikan sinyal cahaya dari suatu tempat ke tempat lain. Sumber cahaya yang digunakan biasanya adalah dari sinar laser atau LED.
Kabel ini berdiameter lebih kurang 120 mikrometer. Cahaya yang ada di dalam serat optik tidak keluar karena indeks bias dari kaca lebih besar daripada indeks bias dari udara, karena laser mempunyai spektrum yang sangat sempit. Kecepatan transmisi fiber optik sangat tinggi sehingga sangat bagus digunakan sebagai saluran komunikasi.
Perkembangan teknologi fiber optik saat ini, telah dapat menghasilkan pelemahan (attenuation) kurang dari 20 decibels (dB)/km. Dengan lebar jalur (bandwidth) yang besar, maka mampu dalam mentransmisikan data menjadi lebih banyak dan cepat dibandingan dengan penggunaan kabel konvensional. Dengan demikian fiber optik sangat cocok digunakan terutama dalam aplikasi sistem telekomunikasi.
Sekitar 20 tahun yang lalu, kabel fiber optik telah memngambil alih dan mengubah wajah teknologi industri telepon jarak jauh maupun industri automasi dengan pengontrolan jarak jauh. Serat optik juga memberikan peranan besar membuat Internet dapat digunakan di seluruh dunia. Pada tahun 1997 fiber optik menghubungkan seluruh dunia, Fiber-Optic Link Around the Globe (FLAG) menjadi jaringan kabel terpanjang di seluruh dunia yang menyediakan infrastruktur untuk generasi internet terbaru.

Kelebihan Fiber Optik
  1. Bandwidth sangat besar dengan kecepatan transmisi mencapai gigabit-per detik dan menghantarkan informasi jarak jauh tanpa pengulangan
  2. Biaya pemasangan dan pengoperasian yang rendah serta tingkat keamanan yang lebih tinggi
  3. Ukuran kecil dan ringan, sehingga hemat pemakaian ruang
  4. Kebal terhadap gangguan elektromagnetik dan gangguan gelombang radio
  5. Tidak ada tenaga listrik dan percikan api
  6. Tidak berkarat

Kekurangan Fiber Optik
  1. Beberapa faktor membatasi efektivitas kabel FO. Selain instalasinya yang mahal, sistem ini mungkin sinyalnya kurang kuat, hal ini disebabkan karena faktor fisik ataupun material.
  2. Dispersi dapat mempengaruhi volume informasi yang dapat diakomodasi.
  3. Tidak seperti halnya dengan kawat atau plastik, fiber juga lebih sulit untuk disambung.
  4. Sambungan akhir dari kabel fiber harus benar-benar akurat untuk menghindari transmisi yang tidak jelas.
  5. Komponen FO mahal dan membutuhkan biaya ekstra dalam pengaplikasian yang lebih spesifik.

Cara Kerja Fiber Optik
Pada prinsipnya fiber optik memantulkan dan membiaskan sejumlah cahaya yang merambat di dalamnya. Efisiensi dari serat optik ditentukan oleh kemurnian dari bahan penyusun gelas/kaca. Semakin murni bahan gelas, semakin sedikit cahaya yang diserap oleh fiber optik.
Untuk mengirimkan percakapan-percakapan telepon atau internet melalui fiber optik, sinyal analog di rubah menjadi sinyal digital. Sebuah laser transmitter pada salah satu ujung kabel melakukan on/off untuk mengirimkan setiap bit sinyal. System fiber optik modern dengan single laser bisa mentransmitkan jutaan bit/second. Atau bisa dikatakan laser transmitter on dan off jutaan kali /second.
Sebuah kabel fiber optics terbuat dari serat kaca murni, sehingga meski panjangnya berkilo-kilo meter, cahaya masih dapat dipancarkan dari ujung ke ujung lainnya.
http://i2.wp.com/3.bp.blogspot.com/_ZBsUNdkTF6Q/TOoSCMpiCnI/AAAAAAAAAC4/JdDdKkXam_I/s1600/ADSS%2B%2528Max%2B200m%2529%2BAerial%2BFiber%2BOptic%2BCable.gif?w=640
Helai serat kaca tersebut didesain sangat halus,ketebalannya kira-kira sama dengan tebal rambut manusia. Helai serat kaca dilapisi oleh 2 lapisan plastik (2 layers plastic coating) dengan melapisi serat kaca dengan plastik, akan didapatkan equivalen sebuah cermin disekitar serat kaca. Cermin ini menghasilkan total internal reflection (refleksi total pada bagian dalam serat kaca).
http://i1.wp.com/oi45.tinypic.com/dh5lxk.jpg?w=640
Sama halnya ketika kita berada pada ruangan gelap dengan sebuah jendela kaca, kemudian kita mengarahkan cahaya senter 90 derajat tegak lurus dengan kaca, maka cahaya senter akan tembus ke luar ruangan. Akan tetapi jika cahaya senter tersebut diarahkan ke kaca jendela dengan sudut yang rendah (hampir paralel dengan cahaya aslinya), maka kaca tersebut akan berfungsi menjadi cermin yg akan memantulkan cahaya senter ke dalam ruangan. Demikian pula pada fiber optics, cahaya berjalan melalui serat kaca pada sudut yang rendah.

http://i0.wp.com/oi50.tinypic.com/2evc6z8.jpg?w=640

Reliabilitas dari serat optik dapat ditentukan dengan satuan BER (Bit error rate). Salah satu ujung serat optik diberi masukan data tertentu dan ujung yang lain mengolah data itu. Dengan intensitas laser yang rendah dan dengan panjang serat mencapai beberapa km, maka akan menghasilkan kesalahan. Jumlah kesalahan persatuan waktu tersebut dinamakan BER. Dengan diketahuinya BER maka, Jumlah kesalahan pada serat optik yang sama dengan panjang yang berbeda dapat diperkirakan besarnya.

Komponen komponen fiber optik
Sebuah sistem komunikasi tentu tidak hanya didukung oleh satu dua komponen atau perangkat saja. Di dalamnya pasti terdapat banyak sekali paduan komponen yang saling bekerja sama satu dengan yang lainnya. Perpaduan dan kerja sama tersebut akan menghasilkan banyak sekali manfaat bagi berlangsungnya transfer informasi. Dengan demikian, jadilah sebuah sistem komunikasi.
Di dalamnya terdapat proses modulasi agar sinyal-sinyal informasi yang sebenarnya dapat dimungkinkan dibawa melalui udara. Dan setibanya di lokasi tujuan, proses demodulasi akan terjadi untuk membuka informasi aslinya kembali. Jika berjalan dalam jarak yang jauh maka penguat sinyal pasti dibutuhkan.
Proses komunikasi pada sistem fiber optik juga mengalami hal yang sama seperti sistem komunikasi yang lainnya. Lima komponen utama dalam sistem komunikasi fiber optik adalah sebagai berikut:
1. Cahaya pembawa informasi
Inilah sumber asal-muasal terjadinya sistem komunikasi fiber optik. Cahaya, komponen alam yang memiliki banyak kelebihan ini dimanfaatkan dengan begitu pintarnya untuk membawa data dengan kecepatan dan bandwidth yang sangat tinggi. Semua kelebihan dari cahaya seakan-akan dimanfaatkan di sini. Cahaya yang berkecepatan tinggi, cahaya yang kebal terhadap gangguan-gangguan, cahaya yang mampu berjalan jauh, semuanya akan Anda rasakan dengan menggunakan media fiber optik ini.
2. Optical Transmitter (Pemancar)
Optical transmitter merupakan sebuah komponen yang bertugas untuk mengirimkan sinyal-sinyal cahaya ke dalam media pembawanya. Di dalam komponen ini terjadi proses mengubah sinyal-sinyal elektronik analog maupun digital menjadi sebuah bentuk sinyal-sinyal cahaya. Sinyal inilah yang kemudian bertugas sebagai sinyal korespondensi untuk data Anda. Optical transmitter secara fisik sangat dekat dengan media fiber optic pada penggunaannya. Dan bahkan optical transmitter dilengkapi dengan sebuah lensa yang akan memfokuskan cahaya ke dalam media fiber optik tersebut. Sumber cahaya dari komponen ini bisa bermacam-macam.
Sumber cahaya yang biasanya digunakan adalah Light Emitting Dioda (LED) atau solid state laser dioda. Sumber cahaya yang menggunakan LED lebih sedikit mengonsumsi daya daripada laser. Namun sebagai konsekuensinya, sinar yang dipancarkan oleh LED tidak dapat menempuh jarak sejauh laser.
3. Kabel Fiber optik
Komponen inilah yang merupakan pemeran utama dalam sistem ini. Kabel fiber optik biasanya terdiri dari satu atau lebih fiber optik yang akan bertugas untuk memandu cahaya-cahaya tadi dari lokasi asalnya hingga sampai ke tujuan. Kabel fiber optic secara konstruksi hampir menyerupai kabel listrik, hanya saja ada sedikit tambahan proteksi untuk melindungi transmisi cahaya. Biasanya kabel fiber optic juga bisa disambung, namun dengan proses yang sangat rumit. Proses penyambungan kabel ini sering disebut dengan istilah splicing.
4. Optical regenerator / amplifier / repeater
Optical regenerator atau dalam bahasa Indonesianya penguat sinyal cahaya, sebenarnya merupakan komponen yang tidak perlu ada ketika Anda menggunakan media fiber optik dalam jarak dekat saja.
Sinyal cahaya yang Anda kirimkan baru akan mengalami degradasi dalam jarak kurang lebih 1 km. Maka dari itu, jika Anda memang bermain dalam jarak jauh, komponen ini menjadi komponen utama juga. Biasanya optical generator disambungkan di tengah-tengah media fiber optik untuk lebih menguatkan sinyal-sinyal yang lemah.

5. Optical receiver (Penerima)
Optical receiver memiliki tugas untuk menangkap semua cahaya yang dikirimkan oleh optical transmitter. Setelah cahaya ditangkap dari media fiber optic, maka sinyal ini akan didecode menjadi sinyal-sinyal digital yang tidak lain adalah informasi yang dikirimkan. Setelah di-decode, sinyal listrik digital tadi dikirimkan ke sistem pemrosesnya seperti misalnya ke televisi, ke perangkat komputer, ke telepon, dan banyak lagi perangkat digital lainnya. Biasanya optical receiver ini adalah berupa sensor cahaya seperti photocell atau photodiode yang sangat peka dan sensitif terhadap perubahan cahaya.

Perkembangan terkini
System terbaru transmitter laser dapat mentransmitkan warna-warna yang berbeda untuk mengirimkan beragam sinyal digital dalam fiber optics yang sama sehingga jumlah data yang dikirim akan semakin besar berkali lipat.

Ahok Pamer Internet Fiber Optik ke Menteri Tjahjo Kumolo

TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama memamerkan kecanggihan teknologi Internet di kelurahan melalui telekonferensi kepada Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Telekonferensi itu mengandalkan jaringan serat optik yang dimanfaatkan warga untuk menyampaikan aspirasi dalam acara musyawarah perencanaan pembangunan elektronik atau e-musrenbang.

"E-government kami sudah sangat baik, video call tak ada jedanya," kata Ahok, sapaan Basuki, di Balai Kota, Selasa, 14 April 2015.

Ahok bertindak sebagai moderator dalam telekonferensi yang tersambung dengan Kelurahan Paseban, Senen, Jakarta Pusat; dan Kelurahan Kramat Pela, Mampang, Jakarta Selatan itu. Pada layar yang disediakan di Balai Agung, Balai Kota, terlihat warga duduk berjajar di deretan kursi kantor kelurahan. Ahok lalu mempersilakan perwakilan warga Kelurahan Pasebab menyampaikan aspirasinya.

Ketua RW 06 Kelurahan Paseban mengeluhkan jalan berlubang di lingkungannya. Ia juga meminta pemerintah DKI memasang turap pada Kali Sentiong agar banjir tak lagi menggenangi wilayahnya saat hujan turun. Setelah menanggapi aspirasi tersebut, Ahok lantas beralih ke warga Kelurahan Kramat Pela yang sudah menunggu di saluran lain. "Silakan Pak, sampaikan apa yang menjadi keluhan di sana," katanya.

Menurut pantauan Tempo, perbincangan antara Ahok, Tjahjo, dan warga berlangsung lancar. Koneksi Internet tidak terputus. Pihak-pihak yang berada di tempat yang berbeda langsung menangkap tayangan dari tempat lain tanpa jeda.

Ketua RW 02 Kelurahan Kramat Pela meminta Ahok melanjutkan normalisasi Kali Grogol. Sebab, luapan Kali Grogol menyebabkan empat wilayah rukun warga di kelurahan itu terendam setiap kali musim hujan. Warga Kramat Pela juga meminta pemerintah DKI membangun taman interaktif di wilayah tersebut.

Ahok mengatakan program e-musrenbang akan dilaksanakan sepenuhnya dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2016. "Kami akan buat semua kelurahan menggunakan fiber optik," kata Ahok.

4G LTE Percuma Tanpa Fiber Optik?



VIVA.co.id - Operator dianggap kurang memberikan edukasi kepada masyarakat terkait layanan 4G LTE. Contoh yang paling nyata adalah soal kecepatan. Padahal, tanpa fiber optik, layanan 4G dianggap tidak bisa memberikan kecepatan maksimal.

"4G LTE memang bisa memberikan kecepatan sampai 100 Mbps, namun ternyata itu hanya untuk satu BTS secara keseluruhan. Masyarakat sendiri tidak peduli dengan speed besar. Mereka sudah puas dengan speed stabil di 2 Mbps. Untuk bisa cepat, mereka butuh fiber optik," ujar anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Ridwan Effendi, Selasa 24 Maret 2015 kemarin.

Menurut Ridwan, jika berbicara 4G, berbicara soal akses. Namun, yang sering dilupakan operator adalah soal backbone. Saat ini, operator diklaim masih menggunakan microwave link dan itu dianggap percuma.

"Aksesnya harus besar, tetapi backbone-nya dicekik. 4G harusnya siap dengan fiber optik. Percuma bicara 4G tapi backbonenya masih microwave link," kata dia.

Menanggapi hal ini, Direktur Jaringan XL, Onky Kurniawan mengatakan bahwa pihaknya sudah cukup memberikan edukasi terkait kecepatan 4G. Bahkan, mereka menegaskan kepada masyarakat jika layanan ini berbeda dengan 3G, lebih memberikan kenyamanan dalam menggunakan aplikasi macam video conference. Bahkan, mereka memberikan tagline '4G - For Goodness'.

"Kalau soal fiber optik, tidak banyak yang tahu memang kalau XL memiliki akses FO sepanjang 35 ribu kilometer. Fiberisasi sudah kita mulai sejak 2010-2011. Ke depan, LTE kita akan menggunakan fiber optik tapi microwave juga berkontribusi di beberapa area. Kalau sampai ke agregasi, baru pakai fiber. Jadi, kita sudah cukup siap ke LTE," papar Onky.

Diperjelas oleh Direktur Ericsson Indonesia, Rustam Effendi, penggunaan Microwave, atau Fiber Optik bukanlah masalah. Hal ini, karena perangkat microwave pun sudah memiliki teknologi yang cukup untuk LTE.

"Teknologi microwave versi lama memang hanya memiliki kapasitas 32-64 megabit. Itu dulu, waktu awal-awal 3G. Sekarang sudah ada microwave yang 1 GB. Hanya saja butuh frekuensi yang tinggi, sehingga cakupan jaraknya pendek. Itulah sebabnya fiber tetap dibutuhkan.

Dikatakannya, zaman fiber belum ada, penggunaan microwave link bisa mencapai jarak 20-30 kilometer, namun bandwidth-nya kecil. "Sekarang jadi bisa pakai fiber, last mile-nya baru pakai microwave. Jadi, microwave tetep ada," kata dia. (asp)














Press Release : ICON+ 13 Tahun Melayani Jaringan Fiber optic



Press Release : ICON+ 13 Tahun Melayani Jaringan Fiber optic
2013-12-03 09:40:07
Jakarta, Kamis, 3 Oktober 2013

PT Indonesia Comnets Plus (ICON+) sebagai penyelenggara jaringan dan layanan telekomunikasi yang sudah 13 tahun mendukung penyediaan jaringan telekomunikasi baik untuk PT PLN (Persero) maupun perusahaan publik lainnya, siap untuk berkontribusi lebih dalam memberikan layanan yang berkualitas kepada para pelanggannya. Hal ini diungkapkan oleh Direktur utama ICON+ Muhammad Buldansyah di sela – sela jumpa pers hari ini di kawasan jalan Gatot Subroto, Jakarta.


Lebih lanjut Buldansyah merasa optimis dengan tema yang diusung perusahaan “Beyond Connectivity” , maka melalui kelebihan yang dimiliki ICON+ yaitu jaringan fiber optic yang dapat menjangkau hingga ke daerah-daerah terpencil, ICON+ yakin dapat memenuhi tuntutan pelanggan yang tidak sekedar pada connectivity, tetapi dengan kualitas dan dukungan layanan yang bermanfaat jangka panjang bagi pelanggan.

“Setelah 13 tahun ICON+ ikut berkiprah di industri telekomunikasi di tanah air, maka kami tetap memegang teguh komitmen dan terus meningkatkan kontribusi untuk meningkatan perkembangan telekomunikasi di Indonesia. Kami ingin meningkatkan jangkauan, kualitas dan dukungan layanan kami, “ Buldansyah menambahkan. Buldansyah menegaskan kedepan ICON+ siap menjadi partner strategis bagi perusahaan – perusahaan pengguna layanan jaringan berbasis fiber optic ke segmen yang lebih luas seperti penyedia layanan TIK dan konten, termasuk kerjasama infrastruktur dengan penyelanggara telekomunikasi di Indonesia.

Senada dengan itu, Komisaris Utama ICON+ Moch. Harry Jaya Pahlawan mengemukakan bahwa dengan hak pemanfaatan ROW milik PLN yang diberikan kepada ICON+ sebagai anak perusahaan, menjadikan ICON+ memiliki asset strategis sebagai modal untuk menjadi penyedia solusi TIK terkemuka dan memliki potensi besar untuk pengembangan bisnis telekomunikasi di Indonesia.

Lebih lanjut Moch. Harry Jaya Pahlawan menambahkan, bahwa kemajuan layanan ketenagalistrikan yang dimiliki oleh PLN saat ini pun tidak terlepas dari peranan penting ICON+. Salah satu contohnya, ICON+ telah mengelola pelayanan pelanggan PLN secara terpadu di seluruh wilayah Indonesia. Hal ini merupakan bukti adanya terobosan inovasi yang dilakukan ICON+ terhadap PLN melalui contact center PLN 123, sehingga PLN dapat peningkatan pelayanan kepada para pelanggannya dengan memberikan kemudahan dan percepatan sistem pelayanan PLN kepada para konsumen listrik di tahah air.

Sekilas ICON+

PT Indonesia Comnets Plus (ICON+) adalah perusahaan nasional yang bergerak di bidang penyelenggara jaringan dan jasa telekomunikasi. ICON+ merupakan anak perusahaan PT PLN (Persero) yang didirikan pada tanggal 3 oktober 2000. ICON+ bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur jaringan kelistrikan untuk telekomunikasi, yang semula hanya dimanfaatkan untuk memnuhi kebutuhan layanan jaringan telekomunikasi bagi operasi ketenagalistrikan. Seiring berjalannya waktu dan berkembangnya teknologi yang dimiliki, kini ICON+ beroperasi sebagai penyedia utama jaringan telekomunikasi baik bagi PLN untuk maupun sector publik. ICON+ mendukung perkembangan telekomunikasi dan teknologi informasi di Indonesia dengan memanfaatkan Right of Ways (RoW) jaringan kelistrikan PLN untuk menyediakan layanan jasa dan jaringan telekomunikasi berbasis Fiber Optic, baik bagi PLN maupun pelanggan Corporate lainnya. Dalam hal ini ICON+ menyediakan jaringan Fiber Optic yang terbentang di pulau Jwa, Bali, Nusa Tenggara, Sumatera, Sulawesi dan Kalimantan. Sejak 1995, PLN telah mengoperasikan jaringan Fiber Optic terutama di Pulau Jawa untuk memenuhi kebutuhan Telekomunikasi internal PLN.

Serat Optik Sepanjang 6000 KM Siap Membentang Menyatukan Kawasan Timur Indonesia


Ground Breaking Maluku Cable System

Ternate, 28 Mei 2013 - PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) siap menggelar infrastruktur serat optik Maluku Cable System. “Infrastruktur kabel laut ini nantinya diharapkan mampu meningkatkan ketersediaan layananbroadband di Kawasan Timur Indonesia sekaligus meningkatkan daya saing kawasan yang kaya sumber daya alam tersebut. Untuk kali ini akan dimulai dari pembangunan infrastruktur di kawasan Maluku,” ujar Menteri Komunikasi dan Informasi Tifatul Sembiring pada acara Ground Breaking Maluku Cable System (MCS) yang turut dihadiri Direktur Utama Telkom, Arief Yahya di Ternate (28/5).
MCS merupakan bagian dari program pembangunan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Sulawesi Maluku Papua Cable System (SMPCS). SMPCS merupakan kelanjutan dari pembangunan Mega Proyek Palapa Ring dan menjadi salah satu program Telkom dalam mewujudkan Indonesia Digital Network (IDN). Sebelumnya pada tahun 2011, Telkom berhasil menggelar Mataram Kupang Cable System.
Tifatul menambahkan, proyek MCS akan memperluas konektivitas dan meningkatkan kapasitas layanan data di daerah-daerah yang belum dilayani secara memadai, hal ini penting untuk meningkatkan akses broadband untuk semua.
“Pembangunan infrastruktur broadband MCS ini akan meningkatkan konektivitas layanan di Indonesia khususnya kawasan timur sehingga penyebaran informasi kepada masyarakat dapat diperoleh secara merata oleh,” ujar Tifatul.
Pembangunan Sistem Komunikasi Kabel Laut SMPCS mencakup penggelaran Kabel Laut sepanjang 5.444 km dan Kabel Darat sepanjang 655 km. Secara Network Design, SMPCS terdiri dari 3 jalur utama, yaitu Manado – Ambon – Fakfak – Timika, Manado – Sorong – Biak – Jayapura, dan Ambon – Kendari, serta 13 cabang meliputi : Jailolo, Ternate, Labuha, Sorong, Mangole, Sanana, Namlea, Masohi, Banda Neira, Bula, Manokwari, Sarmi, dan Kaimana. Dengan mengoptimalkan teknologi Dense Wavelength Division Multiplexing (DWDM), SMPCS mampu mendukung jaringan hingga kapasitas bandwidth 32×100 Gigabytes per fiber pair-nya
Direktur Utama Telkom Arief Yahya mengatakan, untuk pembangunan SMPCS Telkom menggandeng dua perusahaan asing, yakni Alcatel Submarine Network (ASN) dari Perancis dan NEC Corporation dari Jepang. SMPCS merupakan bagian dari proyek jaringan infrastruktur Indonesia Digital Network (IDN) yang akan menghubungkan seluruh Nusantara mulai dari Banda Aceh hingga Papua.
“IDN merupakan salah satu inisiatif Telkom dalam mendukung program pemerintah Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Melalui IDN, Telkom siap membangun 15 juta homepass dan 1 juta wifi pada tahun 2015 untuk mewujudkan salah satu pilar utama MP3EI yaitu konektivitas,” ujar Arief.
Diharapkan pembangunan infrastruktur SMPCS akan selesai awal tahun 2015. Dengan selesainya pembangunan tersebut, maka Telkom telah turut meningkatkan konektivitas dengan menghubungkan seluruh kepulauan di Indonesia dari Sabang sampai Merauke melalui IDN. Selanjutnya, Telkom akan mendukung hasil pembangunan fiber optictersebut dengan program-program besar lainnya, diantaranya IndiSchool, IndiPreneur, IndiFinance dan IndiHome agar masyarakat Indonesia semakin memperoleh kemudahan dalam berkomunikasi.
"Persembahan Telkom Indonesia untuk Indonesia"

Perbaikan Kabel Fiber Optik Bawah Laut di Papua Butuh Waktu 2 Minggu


Shutterstock Ilustrasi kabel serat optik

JAYAPURA, KOMPAS.com - Pengguna internet di beberapa kabupaten di Papua harus bersabar hingga sekitar 2 pekan ke depan untuk kembali merasakan akses internet normal. Sebab, perbaikan kabel fiber optik yang berada di bawah laut masih menunggu kapal khusus yang saat ini masih mengerjakan proyek kabel fiber optik dari Kabupaten Fak-Fak menuju Kabupaten Merauke.
Kemarin, koneksi internet di beberapa kota dan kabupaten di Papua mengalami gangguan menyusul terputusnya kabel fiber optik bawah laut diantara perairan Biak dan Jayapura.
Asisten Manajer Communication and Secretariate PT Telkom Wilayah Jayapura, Wibowo Rahardjo mengatakan, pihaknya sudah mendeteksi kerusakan kabel fiber optik berada diperairan yang berjarak kurang lebih 300 kilometer dari Jayapura. Menurut Wibowo, untuk melakukan perbaikan pihaknya masih harus menunggu kedatangan kapal khusus yang saat ini masih berada di Merauke.
"Memperhitungkan lama berlayar kapal dari Merauke ke Jayapura dan waktu perbaikan diperkirakan butuh waktu 2 minggu. Untuk penyebab kerusakan kabel fiber optik belum kami ketahui," kata Wibowo yang dihubungi Kompas.com melalui telepon selulernya, Selasa (21/4/2015).
Mengenai koneksi internet di beberapa kabupaten yang terganggu, menurut Wibowo sudah dialihkan kembali memakai satelit. Ini merupakan solusi sementara sambil menunggu perbaikan kabel fiber optik.
"Masyarakat pasti merasa akses internet terganggu, tapi yang benar adalah kembali merasakan akses internet dengan kecepatan sama seperti sebelum menggunakan kabel fiber optik," ucap Wibowo.
Mengenai kerusakan kabel fiber optik tersebut, Wibowo mengaku sudah melaporkan kepada PT Telkom pusat dan pihak Vendor pengerjaan kabel fiber optik bawah laut. Ia berharap perbaikan bisa secepatnya dilakukan sehingga masyarakat dapat kembali merasakan akses internet normal.