Selasa, 10 Maret 2015

Laser Bisa Mempercepat Internet

TEMPO.CO, Jena - Para peneliti di Jerman dan London telah membuat laser tercepat di dunia. Temuan itu ternyata dapat digunakan untuk membuat Internet lebih cepat.
Laser Bisa Mempercepat Internet

Laser menyala dan mati pada kecepatan sangat tinggi. Belum diketahui apa dampaknya terhadap dunia. Namun para peneliti di belakang laser itu mengatakan hal itu bisa menjadi lompatan besar bagi teknologi komunikasi dan kecepatan koneksi data. Ketika Mashable menghubungi para peneliti itu untuk merinci lebih lanjut tentang bagaimana laser akan bekerja, salah satu ilmuwan menegaskan bahwa hal itu bisa berdampak pada web.
"Jika seseorang dapat menghidupkan dan mematikan laser dengan sangat cepat, lebih banyak informasi diangkut untuk jangka waktu tertentu," ujar Carsten Ronning, ilmuwan dari Friedrich Schiller University of Jena, Jerman, kepada Mashable, Rabu, 1 Oktober 2014. Universitas ini juga bermitra dengan para peneliti di Imperial College London pada proyek tersebut. Apa yang membuat laser ini terpisah dari pengulangan sebelumnya adalah bahan nanowire seng oksida yang digunakan untuk mengembangkan laser ditempatkan pada perak, bukan kaca yang secara tradisional digunakan, menurut rilis berita Imperial College London. Para ilmuwan kemudian menggunakan teknik khusus untuk menekan cahaya ke tempat yang jauh lebih kecil daripada biasanya. Dengan beralih dari permukaan kaca dan mendorong sekelompok cahaya ke dalam ruang kecil mungil, para peneliti mampu mengecilkan diameter laser menjadi seperseribu ukuran rambut manusia. Ini menyebabkan interaksi lebih besar antara cahaya dan nanowire. Laser ultra-tipis itu menghasilkan sebanyak 1 triliun pulsa per detik, sehingga jauh lebih cepat daripada laser rata-rata. Laser itu beroperasi secara stabil pada suhu kamar. Ronning mengatakan hal yang mungkin adalah kecepatan maksimum agar laser dapat dioperasikan.
sumber:  http://www.tempo.co/read/news/2014/10/02/072611330/Laser-Bisa-Mempercepat-Internet

Mengubah Udara Hampa Jadi Serat Optik

Sejumlah peneliti berhasil melakukan ujicoba perubahan udara hampa menjadi serat optik yang dapat mentransmisi sinyal tanpa diperlukan adanya kabel.
“Untuk beberapa waktu belakangan, banyak orang sudah berpikiran untuk membuat jaringan udara ini, namun baru kali ini hal ini tercapai,” kata Professor Howard Milchberg dari University of Maryland, pemimpin dari riset yang didanai oleh Militer AS dan National Science Foundation. Pada eksperimen ulang untuk membuktikan teori ini, mereka menciptakan sebuah jaringan udara yang kelak dapat digunakan sebagai serat optic instant yang dapat digunakan dibagian manapun di dunia atau bahkan ruang angkasa. Penemuan yang ditulis di jurnal Optica ini memiliki aplikasia antara lain komunikasi laser jarak jauh, pemetaan topografi beresolusi tinggi, riset sehubungan dengan polusi udara dan perubahan iklim, dan bahkan di dunia militer untuk membuat senjata laser. Laser pada umumnya akan kehilangan focus dan intensitasnya seiring dengan bertambahnya jarak yang dikarenakan oleh photon yang secara natural terpisah dan berinteraksi dengan atom dan molekul lain yang ada di udara.
Serat optik memechakan permasalahan ini dengan menembakkan cahaya melalui cermin dengan daya pantul kuat yang berfungsi sangat efektif untuk mentransmisi cahaya. Cermin itu akan dikelilingi oleh materi yang memiliki daya pantul rendah yang akan memantulkan kembali cahaya ke cermin, Mencegah laser kehilangan focus dan intensitasnya. Terlepas dari itu, kemampuan serat optic untuk membawa energi masihlah terbatas dan akan membutuhkan struktur fisik untuk membantunya membawa energi tersebut. Milchberg dan rekannya telah menemukan sesuatu yang mirip dengan serat optik dari udara dengan menggabungkan laser dan cahayanya kedalam sebuah pipa yang dibentuk dari berbagai tembakan laser. Mereka menggunakan tembakan yang pendek namun sangat kuat dari laser untuk memanaskan permukaan udara sepanjang jalur tembakan. Proses pemanasan yang cepat akan menimbulkan jaringan suara yang dalam waktu sekitar satu detik mikro akan mencapai inti dari pipa, menimbulkan area yang sangat padat.
“Satu detik mikro itu termasuk lama apabila dibandingkan dengan waktu yang dibutuhkan untuk cahaya dapat menyebar, sehingga ketika cahaya itu sudah hilang, satu detik mikro kemudian jaringan suara mertemu di tengah, memperbesar kepadatan udara di tempat tersebut,” kata Milchberg.
Kepadatan yang lebih rendah di daerah yang mengelilingi bagian tengah dari jaringan udara memiliki daya pantul yang lebih rendah, menjaga cahaya untuk tetap fokus. “Struktur apapun [bahkan udara] yang memiliki nilai kepadatan tinggi akan memiliki daya pantul yang lebih kuat dan dapat bekerja sebagai serat optik,” tambah Milchberg. Begitu Milchberg dan rekan rekannya menciptakan jaringan udara tersebut, mereka menggunakan laser susulan untuk memancing percikan udara di ujung dari jaringan dan merubahnya menjadi plasma. Sinyal optik dari percikan itu akan tertransmisi sepanjang jaringan udara, sejauh satu meter ke alat pendeteksi di ujung lainnya. Sinyal yang diterima oleh alat pendeteksi tersebut cukup kuat untuk memperbolehkan Milchberg dan rekan rekannya untuk menganalisa kandungan kimia yang diproduksi oleh percikan tersebut. Para ilmuwan ini menemukan bahwa sinyal tersebut 50 per sen lebih kuat dari sinyal yang tidak menggunakan jaringan udara. Pakar Australia Proffesor Ben Eggleton dari University of Sydney mengatakan bahwa penemuan ini sangat penting untuk bidang optik. “Ini seperti jika kami memiliki serat optic dan dapat menyinarkannya ke lanigt, menghubungkan laser anda ke ujung atmosfer,” kata Eggleton. “Anda tidak lagi memerlukan lensa yang besar dan optik.”
sumber: http://www.radioaustralia.net.au/indonesian/2014-07-23/berhasil-diujicoba-mengubah-udara-hampa-jadi-serat-optik/1346821

Korea Selatan Telah Menyiapkan Internet berbasis Fiber Optik

SK Group salah satu perusahaan konglomerat terkemuka di korea selatan, melalui anak perusahaanya SK broadband, menyiapkan akses internet tercepat fiber optik kecepatan 10 Gbps.
fiber optic
Internet adalah prodak telekomunikasi yang sering kita gunakan sehari-hari. Ibarat rumah kedua, internet menjadi penghubung kita dengan orang yang sayangi dimanapun dan kapanpun selama koneksi internet bisa terjangkau gadget yang kita gunakan. Ada kabar terbaru, dimana Korea selatan, melalui SK broadband, salah satu anak perusahaan dari SK group mengumumkan kehadiran internet fiber optik dengan kecepatan 10 Gbps.
 10 GBPS
Hal ini mereka umumkan ke khayalak publik melalui acara lenipotentiary Conference of the International Telecommunications Union. Yang berlokasi di busan, korea. Untuk menghasilkan prodak ini, mereka berkerja sama dengan kementrian teknologi korea, para pakar IT serta National Information Society Agency (mungkin menkominfo di negara kita ??) berkerja sama menghadirkan internet cepat tersebut. Di acara tersebut, selain memberikan presentasi tentang prodaknya, mereka juga memberikan kiritik kepada provider negara tetangga amerika serikat. Yang di sampaikan oleh Natsuki Kumagai dan Pyon Seo-Ju. Perwakilan SK broadband.
Kurang lebih seperti ini :
“In the 1960s the world watched NASA send men to the moon and many of us grew up amazed at the constant advancements of the Americans,” . “Now the Americans watch us.”
“In my travels to the United States, it is very plain they have lost their way in advancing broadband technology,” “Internet access is terribly slow and expensive because American politicians have sacrificed Americas’s technology leadership to protect conglomerates and allow them to flourish. Although unfortunate for America, this has given Korea a chance to promote our own industry and enhance the success of companies like Samsung that are well-known in the United States today.”
Dengan internet secepat itu, kita hanya butuh kurang dari 1 menit untuk mendownload file berukuran 1 GB. Menurut catatan berita yang ada, korea selatan sendiri, telah menjadikan rekor negara internet tercepat di dunia, dengan akses internet sebesar 100 MBPS untuk rata-rata wilayan di korea. Lalu bagaimana di indonesia ?? Sayang Internet rata-rata di indonesia masih memiliki kecepatan di bawah 1 MBPS dengan cakupan yang tidak merata. Membuat pemerintah dan berbagai instansi terkait untuk memperbaikinya. Setidaknya di pemerintahan baru ini. kabar baiknya internet indonesia termasuk yang termurah di asia. Hampir jarang ada negar yang menawarkan internet dengan quota diatas 1 GB dengan harga hanya 10$. Belum ada berita akan harganya. Namun bisa dipastikan cukup tinggi. Biasanya dipakai di gedung bertingkat atau lembaga tertentu.
Sumber : Stopthecap

Sinar Laser dari Silikon

Sesudah lama mencari suatu semi-konduktor yang murah untuk memancarkan sinar laser terus-menerus, para ahli dari Amerika Serikat memilih silikon. Laser silikon bisa mengarah pada sistem berdasarkan cahaya yang tersedia yang menghasilkan bukan elektron melainkan foton untuk mengirimkan secara bolak-balik jumlah data yang sangat besar secara cepat, yaitu, pada tingkat multigigabit per detik. Dua kelompok riset – masing-masing dari Universitas Kalifornia di Los Angeles dan Perusahaan Intel – baru-baru ini melaporkan keberhasilannya dalam membuat silikon memancarkan cahaya laser non-stop.
Sebelum penemuan ini, kita sudah memakai laser dioda. Ini jenis laser yang dipakai, misalnya, dalam alat pemutar DVD (DVD player) dan peralatan telekomunikasi.
Kelompok Universitas Kalifornia (UCLA) yang ikut memakai silikon untuk memancarkan cahaya laser memulai risetnya di musim gugur 2004 dengan memusatkan perhatiannya pada efek Raman. Efek ini adalah suatu proses yang di dalamnya panjang-gelombang cahaya menjadi panjang sesudah ia memencarkan getaran atomik. Para periset Kalifornia lalu mencocokkan cahaya yang berpencar dengan energi pompa dari laser lain menurut suatu cara tertentu. Cara itu menghasilkan umpan-balik yang konstruktif yang menimbulkan suatu amplifikasi bersih dari cahaya.
Intel melaporkan suksesnya dalam menciptakan sebuah laser Raman beberapa bulan sesudah eksperimen kelompok Kalifornia. Para ilmuwan Intel yang membuat cip memasukkan cahaya dari sebuah laser terpisah ke dalam sebuah pandu-gelombang (atau pipa cahaya) dan menghasilkan cahaya laser Raman.
Meskipun teknologi laser dari silikon sudah ditemukan, laser Raman silikon bukan pengganti laser dioda. Laser Raman membutuhkan pemompaan dengan laser sementara laser dioda dipompa dengan listrik.
Bagaimana prospek penerapan laser dari silikon dalam kehidupan sehari-hari? Ada beberapa manfaat praktisnya. Pertama, suatu sinar laser yang dipancarkan terus-menerus bisa memangkas biaya dan mengatasi keterbatasan ukuran laser yang bisa dipakai dalam prosedur pembedahan. Kedua, teknologi laser baru ini bisa mendeteksi sejumlah sangat kecil zat kimiawi dalam lingkungan hidup. Ketiga, ia bisa memacetkan rudal pencari panas atau memampukan komunikasi optikal yang punya bandwidth tinggi (kapasitas tinggi). Keempat, teknologi laser baru ini diharapkan akan menghasilkan komputer yang sepenuhnya optikal. Komputer macam ini punya sistem digital yang supercepat karena bukan elektron melainkan fotonlah yang menjadi 0 dan 1.

sekilas pengetahuan

Sinar Ultra Violet dapat Merusak Kulit?


Sinar Ultra Violet (Berbagai Sumber)
Jumat, 20 Februari 2015 | 21:39
Analisadaily - Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Douglas Brash dan rekan-rekannya dari Department of Therapeutic Radiology at Yale University School of Medicine, menyatakan bahwa sebagian besar radiasi Ultra Violet berpotensi menyebabkan kerusakan pada lapisan kulit.
Dikutip dari Tectime, empat jam setelah menyinari badan dibawah sinar matahari (ultra violet), perubahan secara kimia terjadi pada kulit yang melibatkan pigmen melanin. Dalam prosesnya, Sinar UV dapat merusak DNA dalam sel-sel yang biasa dikenal sebagai melanosit.
Sebelumnya, para peniliti menilai bahwa melanin dapat melindungi kulit dari kerusakan, tetapi bukti dari studi yang dilakukan oleh Douglas dan rekan-rekannya menyatakan bahwa sinar tersebut dapat merusak dan memiliki efek protektif yang berbahaya.
Selain itu, radiasi dari sinar UV juga diyakini menjadi salah satu penyebab kanker kulit, seperti yang terjadi Amerika Serikat.

ZTE Berhasil Menyelesaikan Uji Coba Transmisi Optik Real Time untuk Memperkokoh Kepemimpinannya di Industri Transportasi Jaringan Optik



ZTE Corporation mengumumkan telah berhasil mencetak rekor dunia baru dalam hal transmisi optik long-haul. ZTE berhasil menyelesaikan uji coba transmisi optik real time selama 24 jam tanpa eror, dengan kapasitas data sebesar 16 terabits per second (16 Tbps) pada kabel optik sepanjang lebih dari 3.500 km di dalam pita C dengan konfigurasi penuh. Teknologi transmisi optik real time T-bit WDM (wavelength division multiplexing) yang digunakan oleh ZTE dalam pengujian ini dilandaskan pada platform produk WDM/OTN; yang merupakan produk terkemuka di industri milik ZTE; dan hanya menggunakan Erbium-Doped Fiber Amplifiers (EDFA) di setiap 100 km.
“Keberhasilan uji coba ini akan memungkinkan ZTE untuk bisa membantu operator dalam meningkatkan kapasitas jaringan mereka hingga beberapa kali lipat, dengan jarak yang lebih jauh,” ujar Vice General Manager Produk Jaringan Bearer ZTE, Chen Yufei. “Kekuatan teknologi transmisi T-bit milik ZTE membantu pelanggan-pelanggan kami mengurangi total biaya kepemilikan dan sekaligus meningkatkan pertumbuhan bandwidth jaringan secara berkesinambungan.”
Selama pengujian, ZTE menggunakan Nyquist WDM spectral compression optical modulation yang telah ditingkatkan dan teknik optical impairments mitigation coherent reception. Dengan teknik ini, ZTE mengintegrasikan pemrosesan sinyal data berkecepatan sangat tinggi yang canggih dan teknik soft-decision FEC, sehingga mampu mencapai efisiensi spektral sebesar 4bit/Hz/s. Solusi ZTE menawarkan efisiensi spektral yang tinggi, sekaligus memenuhi tuntutan transmisi jarak jauh. Transmisi di atas 100G merupakan fokus utama penelitian bagi operator dan penyedia solusi terkemuka di dunia. Sebelum jaringan 100G lebih diterapkan secara komersial, tantangan dalam hal efisiensi spektral dan transmisi long-haul harus dapat teratasi.
September tahun lalu, ZTE juga berhasil menjadi produsen peralatan pertama yang menerapkan transmisi sinyal 64QAM-OFDM optik50GB/s single-channel yang dapat langsung terdeteksi dan menerima, serta merespon sinyal transmisi fiber secara real time, kemampuan ini membuat ZTE mampu memecahkan rekor dunia tingkat transmisi single-channel dari sinyal OFDM optik 10GB/s. Pada Oktober 2013, ZTE juga bekerja sama dengan Beijing Institute, China Telecom untuk menyelesaikan percobaan sistem real time transmisi optik 1T yang berjarak sangat jauh dan memecahkan rekor dunia pada transmisi real time yang jarak transmisinya melebihi 3200km.
Pada bulan Maret 2014, ZTE menjadi yang pertama di dunia, menerapkan transmisi real time dual carrier 100GB/s yang bisa langsung merespon sinyal 16QAM-OFDM. Selain memiliki kemampuan yang kuat dalam solusi 100G dan ultra-100G, ZTE juga memiliki pengalaman yang luas; di mana produk WDM milik ZTE sudah digunakan oleh lebih dari 300 operator di 112 negara. Hingga saat ini, ZTE terlibat dalam lebih dari 150 proyek 100G komersial di seluruh dunia, dengan total panjang kabel optik mencapai lebih dari 100.000 km.

Sekedar Selingan : Listrik Tanpa Kabel (Wireless Electricity)

Listrik Tanpa Kabel (Wireless Electricity)Listrik Tanpa Kabel (Wireless Electricity)



Kita sudah mengenal koneksi jaringan data tanpa kabel atau yang lebih sering disebut wireless atau wifi, nah pada saat ini para ilmuan sedang mengembangkan jaringan Listrik Tanpa Kabel (Wireless Electricity). Dengan adanya penemuan baru ini, kita tidak perlu lagi ribet dengan adanya kabel yang berlalu lalang disekitar kita, dengan Listrik Tanpa Kabel (Wireless Electricity) kita dapat menggunakan peralatan elektronik kita seperti TV, system stereo, DVD, atau Bluray- Player, HiFi-Headset, semuanya bekerja tanpa menggunakan baterai atau kabel listrik. Bahkan, baterai perangkat mobile seperti laptop, ponsel, atau kamera digital terisi secara otomatis, jadi begitu Anda memasuki rumah, tentu tanpa harus mencolokkan kabel.

Prinsip dasar bagaimana energi listrik dapat di transfer tanpa kabel adalah berhubungan dengan fenomena resonansi. Resonansi merupakan proses bergetarnya suatu benda dikarenakan ada benda lain yang bergetar, hal ini terjadi dikarenakan suatu benda bergetar pada frekwensi yang sama dengan frekwensi benda yang terpengaruhi. Sebuah transmitter WREL memancarkan medan magnet dengan bantuan coil yang dipancarkan dengan frekuensi yang sama dengan receiver WREL. Agar impedansinya optimal, digunakan gulungan kabel pada kedua sisinya.
Prinsip Kerja Listrik Tanpa KabelPrinsip Kerja Listrik Tanpa Kabel

Gulungan kabel juga berfungsi sama seperti gigi transmisi sepeda. Saat menanjak gigi transmisi diturunkan agar mendapatkan energi yang lebih efisien, begitupun sebaliknya. Receiver WREL juga menentukan sendiri tegangan yang diperlukan sesuai dengan ukuran. Jadi, fungsi adaptor tidak diperlukan. Selain itu, transmiter WREL juga hanya memancarkan energi sebanyak yang diperlukan oleh receiver.

Tetapi keamanan terhadap radiasi masih perlu dipertanyakan. Karena medan magnet yang kuat selalu membawa radiasi elektromagnetis. Maka saat ini para peneliti berusaha untuk menggunakan frekuensi yang menghasilkan medan magnet yang kuat dengan beban electromagnetis kecil dan terbukti saat produk pertama diluncurkan ke pasar, teknologi WREL ini benar-benar aman terhadap manusia.
Resonant Indiction RechargingResonant Indiction Recharging

Bayangkan pemancar WREL dapat dipasang dalam dinding rumah untuk memasok listrik ke semua perangkat elektronik yang berada dalam magical zone ( Area jangkauan ). Bahkan meja tulis pun dapat berguna untuk memasok maupun mengisi baterai semua perangkat elektronik di sekitarnya. Untuk kedepannya tidak ada lagi kabel, adaptor, dan steker Begitu teknologi WREL sudah matang dan aman, aplikasinya bakal meluas dengan cepat, misalnya untuk aplikasi medis, seperti untuk mengoperasikan alat pengatur detak jantung atau mengimplementasikan organ-organ buatan. Pemancaran listrik secara nirkabel bakal menjadi faktor penting, bukan saja antarperangkat, melainkan juga di dalam perangkat-perangkat canggih itu sendiri.Sama seperti melihat Internet melalui WLAN (wifi,hotspot) saat ini.