Selasa, 10 Maret 2015

Ide Perataan Penguatan EDFA menuju Doktoral Optoelektronika & Laser


Suasana Acara
Universitas Indonesia menghasilkan seorang Doktor baru yakni Sholeh Hadi Pramono. Melalui disertasi yang berjudul “Metode Perataan Penguatan Erbium Doped Fiber Amplifiers (EDFA) C-Band pada Panjang Gelombang ITU-Standard yang digelar Rabu (1/7) di Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Disertasi tersebut membawa Sholeh Hadi mendapat gelar Doktor Optoelektronika dan Aplikasi Laser.
Di hadapan sidang terbuka Senat Akademik UI di bawah pimpinan dekan FT UI, Prof Dr.Ir Bambang Sugiarto M.Eng., Sholeh Hadi berhasil meraih yudisium dengan sangat memuaskan.

Bertindak sebagai promotor Prof Dr. Ir. Made Sardy S. M.Eng dan ko-promotor Dr. Ary Sayhrial. Dalam acara promosi doktor itu tampak hadir pimpinan Politeknik Negeri Jakarta, Fakultas Teknik Universitas Al-Azhar serta Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN).

Pria kelahiran Kediri, 28 Juli 1958 menjelaskan isi disertasinya, perataan penguatan untuk spektrum C-Band dapat dicapai dengan cara mengatur daya sinyal masukan. Penelitiannya sangat bermanfaat bagi transmisi informasi khususnya dalam jumlah kanal yang banyak secara bersamaan serta jaringan internet. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kualitas sinyal dilihat dari ada dan tidak adanya intersymbul interenfe (ISI) yang terjadi akibat dispersi sinyal.
Tim Penguji


EDFA sebagai penguat optik dapat menghasilkan suatu penguatan pada spektrum panjang gelombang 1530-1560nm (C-Band). “Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen untuk mendapatkan kerataan penguatan yang dihasilkan EDFA”, ujar Sholeh Hadi Pramono.

Ketika ditanyakan mengenai harapan ke depan mengenai penelitiannya, Sholeh menjawab penelitian ini harus ditindaklanjuti dengan kerjasama dari berbagai pihak mulai dari ahli komputer hingga ahli manajemen. Sehingga masyarakat dapat merasakan manfaatnya. (Din)

Takjub Sinar Laser Pertamina


Gresik - Bagi penggemar film-film action ataupun fiksi luar angkasa yang kerap menyaksikan senjata laser, ada pengalaman tak terlupakan ketika para distributor resmi Pelumas Pertamina Wilayah Region V berkunjung ke pabrik pengolahan pelumas-Lube Oil Blending Plant (LOBP) Gresik pada Senin (30/4) kemarin. Di dalam area terbatas dan tak semua orang bisa masuk tersebut, para tamu distributor bisa melihat secara langsung bagaimana proses pembuatan pelumas termasuk sistem pengaman keaslian produk yang memanfaatkan sinar laser.

Dari sekian ribu botol atau galon oli yang berjajar rapi, satu persatu di ujung tutup botolnya tampak sedikit kepulan asap putih. Ya itulah hasil ukiran batch number yang dilakukan oleh sinar laser. Secara presisi, sinar laser memberikan tanda nomor pada bodi botol/galon dan tutup botol demi memberikan kepastian bahwa produk tersebut terjamin keasliannya.

"Sinar laser ini memberikan identitas keaslian nomor yang sama pada setiap produk pelumas Pertamina. Tulisan atas dan bawahnya harus sejajar dan sama, dan itu hanya bisa dilakukan melalui sinar laser," kata Sugiarto, HSSE/K3LL LOBP Pertamina Gresik.

Sugiarto menambahkan pemakaian sinar laser telah diterapkan kepada seluruh produk Pertamina, khususnya yang memakai kemasan plastik berupa botol ataupun galon jerigen. Dia berharap dengan penambahan sistem pengaman keaslian ini, konsumen bisa mendapatkan produk yang asli dari Pertamina.

"Pertamina benar-benar sangat konsen terhadap mutu dan kualitas produknya. Sehingga kita berusaha memberikan yang terbaik bagi konsumen," wantinya.

Menyaksikan secara langsung bagaimana sinar laser membikin tulisan di bodi dan tutup botol, Suhono salah satu distributor pelumas asal Surabaya berdecak kagum. Menurutnya LOBP Gresik sangatlah canggih dan tidak diikuti oleh merek oli yang lain. "Banyak yang mengklaim olinya baik, namun jika tak memiliki pabrik secanggih ini seperti Pertamina, ya lebih baik memilih oli Pertamina saja," ucapnya. (*)

Tabel Spektrum Elektromagnetik

Tabel pembagian spektrum 


Gambar pembagian radiasi elektromagnetik

Internet Fiber Optik

Apa itu internet fiber optik (fiber optic) ?
Fiber optik internet adalah layanan internet yang menggunakan jaringan kabel fiber optik (fiber optic) dengan kapasitas bandwidth yang jauh lebih besar hingga mencapai gigabit dan kualitas koneksi jaringan dijamin hingga 99,9%. Dengan memanfaatkan jaringan fiber optik (fiber optic), layanan ini sesuai bagi perusahaan yang menerapkan berbagai aplikasi bisnis yang menggunakankan internet fiber optik (fiber optic), seperti aplikasi keuangan via internet fiber optik (fiber optic), aplikasi database online via internet fiber optik (fiber optic), aplikasi SAP via internet fiber optik (fiber optic) dan aplikasi online lainnya via internet fiber optik (fiber optic). Layanan via internet fiber optik (fiber optic) ini dilakukan melalui kerja sama dengan beberapa provider jaringan besar dan menjangkau lebih dari ribuan gedung perkantoran di seluruh dunia serta jalur utama kota-kota besar lainnya di seluruh dunia.
Unlimited Internet Access via internet fiber optik (fiber optic). Akses internet tanpa batas dapat dinikmati selama 24 jam sehari dan 7 hari seminggu via internet fiber optik (fiber optic). High speed and reliability. Layanan internet berkecepatan tinggi dengan kualitas jaringan yang lebih stabil sehingga tingkat gangguan dapat diminimalisir. Kecepatan yang tetap (dedicated) dengan ratio 1:1 untuk kegiatan pengunduhan (download) dan upload data via internet fiber optik (fiber optic). Response time yang sangat kecil ( ping time ) sehingga akan sangat cocok digunakan untuk aplikasi game online via internet fiber optik (fiber optic), aplikasi streaming via internet fiber optik (fiber optic), aplikasi donwload via internet fiber optik (fiber optic), aplikasi keuangan online via internet fiber optik (fiber optic), aplikasi database online via internet fiber optik (fiber optic), email dan web server via internet fiber optik (fiber optic). Berbagai macam pilihan paket layanan 1 Static IP dengan tingkat kecepatan akses via internet fiber optik (fiber optic) yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan. Paket layanan juga dapat di-upgrade maupun sebaliknya di-downgrade sesuai permintaan pelanggan tanpa dikenakan biaya tambahan dengan proses waktu kurang dari 1 x 24 jam. Layanan via internet fiber optik (fiber optic) biasanya bebas dari gangguan cuaca karena menggunakan media kabel serat fiber optik (fiber optic) yang ditanam dalam tanah. Dengan daya jangkau jaringan yang lebih luas, layanan via internet fiber optik (fiber optic) mencapai seluruh kota-kota besar di dunia.
sumber: http://www.fiberoptic.my.id/

Layar Ponsel Masa Depan gunakan Sensor Keamanan

VIVAnews - Layar pada ponsel pintar di masa depan bukan lagi hanya menunjukkan fungsi menampilkan gambar atau bisa disentuh oleh pengguna saja. Fungsi layar di masa depan berpotensi sebagai fitur keamanan. Hal ini pasalnya peneliti dari Polytechnique Montreal, Kanada telah mengembangkan sensor yang dapat dibenamkan pada permukaan layar anti gores Gorilla Glass, melansir PC World, Kamis 19 Juni 2014. Uniknya sensor dihadirkan secara transparan pada layar. 
Layar Ponsel Masa Depan Bisa Pakai Sensor Keamanan
Sensor transparan itu ada dua. Sensor pertama untuk kebutuhan sensor suhu seperti pada umumnya sedangkan sensor kedua akan menjalankankan fungsi otentifikasi sebuah ponsel pintar.  Disebutkan sensor bekerja tanpa menggunakan tenaga elektrik. Alih-alih, peneliti justru menggunakan panduan gelombang optik dan menyalurkan foton pada layar kaca tersebut. 
Menurut Raman Kashyap, profesor teknik listrik di Polytechnique Montreal, teknologi itu seharusnya bisa diakomodasi oleh produsen ponsel pintar. Tak butuh waktu lama, menurutnya cukup setahun saja untuk fokus dalam pengembangan teknologi itu. 
"Kami secara aktif mencari  mitra dengan industri untuk memanfaatkan teknologi itu," jelas Kashyap. 
Menurut makalah yang diterbitkan Optics InfoBase, setiap sensor dihadirkan pada layar kaca melalui 'ukiran laser'. Sensor suhu telah dikenal sebagai March-Zehnder interferometer (MZI), yang mana layar kaca dapat menyensor suhu berdasarkan cahaya yang melalui pandu gelombang. Pandu gelombang merupakan struktur yang memandu gelombang elektromagnetik atau gelombang suara pada sebuah layar.  Dengan sensor itu, melansir Engadget, ponsel pengguna bisa memeriksa suhu dengan menggunakan cahaya. Produsen ponsel bahkan bisa menanamkan pola optik yang unik ke dalam layar kaca, sehingga memungkinkan ponsel mengidentifikasi secara mandiri. Cara ini untuk mencegah adanya pengloningan perangkat. Kashyap mengatakan perkembangan sesnor transparan itu guna mengantisipasi tren sensor dalam layar yang mungkin melanda di masa depan. 
Sejauh ini peneliti juga telah mengembangkan kekuatan sensor melalui riset independen. Dalam tim peneliti terdapat Ming-Jun Li, peneliti di Corning Glass, yang dikenal sebagai layar kaca anti gores. Namun meski masuk dalam dalam tim, perusahaan pembuat layar Corning tidak mengumumkan adanya penyematan pandu gelombang dalam layar kaca di masa depan. 
 
sumber : http://teknologi.news.viva.co.id/news/read/514164-layar-ponsel-masa-depan-bisa-pakai-sensor-keamanan

Keungulan Kabel dari Serat Optik

Selama ini kita mengenal teknologi komunikasi melalui kabel dan tanpa kabel (wireless). Komunikasi lewat kabel bisa dilakukan, misalnya, dengan telepon rumah. Adapun komunikasi tanpa kabel dengan telepon seluler (handphone/hp). Saat berkomunikasi dengan telepon rumah, mikrofon mengubah suara menjadi sinyal listrik yang dikirim via kabel ke penerima. Biasanya kabel itu terbuat dari tembaga. Namun kini kabel tembaga telah digantikan kabel optik.
Ada beberapa kelebihan kabel optik dibandingkan dengan kabel tembaga. Pertama, lebih murah. Kedua,  lebih tipis dan ringan sehingga menghemat tempat. Ketiga, tingkat kehilangan informasi yang disalurkan relatif lebih rendah sehingga lebih hemat daya. Keempat, satu kabel optik dapat terdiri atas ratusan serat optik sinyal. Antarserat tak mengganggu, sehingga komunikasi lewat telepon atau penerimaan siaran televisi lebih bersih. Kelima, volume informasi yang dapat dibawa serat optik lewat jaringan telepon jauh lebih besar, yakni antara 200.000 dan 600.000 pembicaraan. Padahal, kabel tembaga hanya membawa antara 10 dan 20 pembicaraan. Keenam, sinyal telepon pada kabel tembaga harus diperkuat kembali setiap 2 km dengan penguat sinyal (repeater) yang relatif mahal. Pada serat optik, pelemahan sinyal amat sedikit. Jadi jarak antar-repeater bisa berjauhan hingga 100 km. Saat ini, Jepang dan Amerika Serikat sedang mengembangkan penggunaan laser sebagai penguat cahaya dalam serat optik. Jadi sinyal yang dibawa dapat bertahan hingga 1.000 km tanpa “disegarkan” oleh repeater. Ketujuh, serat optik tak terpengaruh oleh gangguan elektromagnetik alami, seperti petir, badai, gelombang radio matahari. Juga tak terpengaruh gangguan elektromagnetik buatan, seperti pemancar radio dan radar. Kedelapan, serat optik lebih cocok untuk pengiriman data digital. Selain itu, pemakaian serat optik tak memungkinkan informasi data disadap, tanpa menyebabkan pelemahan sinyal secara dratis. Kesembilan, serat optik tak menyalurkan arus listrik sehingga aman dari bahaya kebakaran. Kesepuluh, serat optik lebih luwes ketimbang kabel tembaga.
Untuk komunikasi data telemetri, kini serat optik banyak dipasang dalam komputer terbaru. Dengan dua kabel tembaga yang dipilin, komputer dapat mengirimkan data 150-200 huruf per detik. Adapun dengan kabel koaksial dapat mengirimkan hingga 1,5 juta huruf per detik. Serat optik jenis tertentu dan panjang gelombang tertentu dapat menyalurkan 15 juta-20 juta huruf per detik.
sumber: http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/04/12/105240/18/Selarik-Serat-Pembawa-Pesan 

Tokoh Islam yang Disebut Sebagai Bapak Optik

Jakarta, CNN Indonesia -- Di era millennium seperti saat ini, optik menjadi sesuatu ilmu yang penting dalam kehidupan manusia. Dalam perjalannya, bagian dari ilmu sains ini memberikan keuntungan bagi fotografi, internet (fiber optik) hingga satelit mata-mata. Membicarakan optik, maka tak bisa dilepaskan dari seorang ilmuwan muslim bernama Abu Ali al-Hasan ibnu al-Hasan ibnu al-Haytham atau Ibnu al-Haytham saja, di dunia barat dia dipanggil Alhazen. Ibn al-Haytham seorang ilmuwan besar yang salah satu jurnalnya Kitab al-Manazir atau Buku Optik diakui sebagai rujukan ilmu optik. Maka tak mengherankan dia pun dijuluki Bapak Optik. "Al-Haytham tak bisa dipungkiri merupakan figur paling signifikan dalam sejarah optik di masa lalu dan abad ketujuh belas," kata sejarahwan sains David Lindberg, yang dikutip dari Science News. Dia menambahkan selain memberikan kontribusi besar untuk optik, namun Ibnu al-Haytham adalah salah satu karakter berbeda dalam sejarah ilmu pengetahuan abad pertengahan. 
Ibnu Al-Haytham, Tokoh Islam yang Disebut 'Bapak Optik'
Lahir di Basra, yang sekarang menjadi di Irak, dia menguasai pemikiran-pemikiran dari filsuf dan ilmuwan Yunani seperti Arsitoteles, Plato, Ptotelmy, Archimedes, Galen, dan banyak lainnya. Sehingga dia memang layak disebut filsuf, matematikawan dan astronom. Apalagi diperkiraan lebih dari 200 buku tentang berbagai aspek alam telah dibuatnya. Namun memang ilmu optik yang membuat dirinya menjadi terkenal. Di dalam Kitab Al-Manazir, dia adalah ilmuwan pertama yang mampu menjelaskan bagaimana cara kerja optik dalam mata manusia dalam menangkap dan menerima gambar secara visual secara detil. Dalam menulis buku Optik ini Ibn al-Haytham memang banyak terpengaruh dari Arsitotels, khususnya visi yang melibatkan penerimaan gambar eksternal. Aristoteles sendiri menunjukkan bahwa masuk akal untuk menganggap bahwa mata bisa memancarkan sinar yang mampu menjangkau semua bintang-bintang jauh. Tapi Ibn al-Haytham tidak berhenti dengan penjelasan Arsiitoles tersebut. Dia juga harus menjelaskan mengapa citra, katakanlah, gunung, bisa muat dalam bola mata manusia yang relatif kecil. 
Dalam hal itu, Euclid dan Ptolemy telah mendeskripsi geometris-matematis rumit tentang bagaimana sinar dari mata bisa membuat kerucut visual yang mampu mencakup gambar dari objek yang dirasakan mata. Ibn al-Haytham melihat bagaimana matematika yang bisa diterapkan untuk "sinar imajiner" melewati ke mata dari berbagai titik pada objek yang dirasakan. Dengan kata lain, geometri yang extramission pendukung telah diterapkan pada sinar yang dipancarkan seharusnya merupakan penerimaan cahaya berbalik untuk menggambarkan mekanisme di balik sinar yang diterima cahaya. Menggabungkan pemahaman ini dengan pengetahuan (melalui Galen) fisiologi mata, Ibn al-Haytham menjelaskan proses visual (mencatat pentingnya lensa) dan bagaimana mengirim gambar ke otak. "Komitmen al-Haytham untuk teori visi yang menggabungkan fisik, fisiologis dan matematika telah menentukan ruang lingkup dan tujuan teori optik dari zamannya hingga saat ini," tulis Lindberg.
Organisasi Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menetapkan Tahun Internasional untuk Cahaya. Seperti dikatakan Seketaris Jendral PBB Ban Kin-Moon bahwa cahaya memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia.

sumber: http://www.cnnindonesia.com/teknologi/20150225111438-199-34692/ibnu-al-haytham-tokoh-islam-yang-disebut-bapak-optik/

"Chip" Komputer Berbasis Laser

Sejauh ini, komputer yang memiliki inti prosesor (core) banyak dan memori besar diklaim mampu memproses data dengan cepat. Prosesor bertugas membagi kerja pemrosesan data ke seluruh komponen komputer, sedangkan memori berperan menyimpan data yang sedang diproses oleh prosesor. 
Namun, beberapa inti prosesor dan sel-sel memori yang masih terbuat dari tembaga ternyata merupakan hambatan untuk mentransfer data. Hambatan itu berupa beban panas (termal) ketika prosesor bekerja dan lebar pita (bandwidth) yang terbatas dalam suatu koneksi melalui sebuah jaringan (network).
“Transmisi sinyal melalui kabel tembaga memperlambat kecepatan komputer karena adanya beban termal dan bandwidth yang terbatas,” jelas Direktur Jülich Peter Grünberg Institute, Prof Detlev Grützmacher, seperti dikutip Science Daily, Senin (19/1).
Selain memperlambat kinerja komputer, sinkronisasi antarsirkuit yang terbuat dari tembaga ternyata boros energi. Sinkronisasi antarsirkuit menggunakan energi hingga 30 persen selama komputer beroperasi. Menjawab permasalahan tersebut, para peneliti dari Forschungszentrum Jülich dan Paul Scherrer Institute di Swiss bekerja sama dengan mitra internasional membuat semikonduktor yang terdiri hanya dari unsur golongan utama IV (dalam tabel sistem periodik). Golongan utama yang sering disebut pula golongan A merupakan bagian dari 114 unsur kimia yang ada di alam semesta.
Tim peneliti membuat chip silikon dari bahan germanium-timah (GeSn) yang mampu menyerap dan memancarkan cahaya dalam rentang panjang gelombang sekitar tiga mikrometer. Germanium (Ge) adalah metaloid berkilau dengan karakteristik keras, berwarna abu-abu keputihan yang termasuk dalam golongan karbon. Adapun timah (Sn) merupakan logam post-transisi keperakan dengan karakteristik dapat ditempa (malleable), tidak mudah teroksidasi dalam udara sehingga tahan karat, dan digunakan untuk melapisi logam lainnya untuk mencegah karat.
“Kandungan timah yang tinggi menentukan sifat optik. Untuk kali pertama, kami mampu memperkenalkan lebih dari 10 persen timah ke kisi kristal tanpa kehilangan kualitas optik,” kata Stephan Wirths . 
Dasar Baru
Penggunaan bahan germanium-timah merupakan dasar baru transmisi data pada sebuah chip komputer melalui cahaya. Disebut dasar baru karena telah banyak dilakukan penelitian secara intensif pembuatan chip, namun belum kompatibel dengan sumber laser. Tim peneliti dari Forschungszentrum Jülich dan Paul Scherrer Institute merekayasa sifat material dari germanium sehingga mampu memperkuat sinyal optik sebagai sumber laser.
“Kami mampu menunjukkan bahwa senyawa germanium-timah dapat memperkuat sinyal optik, serta menghasilkan sinar laser,” papar peneliti dari Laboratorium Mikro dan Nanoteknologi, Dr Hans Sigg. Fungsi laser sejauh terbatas pada suhu rendah sampai minus 183 derajat Celsius. “Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa kami bekerja dengan sistem tes yang tidak dioptimalkan,” tambah Dr Dan Buca. Kemampuan transfer data chip silikon dengan bahan germanium-timah diklaim lebih cepat daripada kabel tembaga. Bahan semikonduktor itu juga dapat mentransmisi data melalui cahaya pada komponen yang berbeda-beda secara cepat dan efisien. Selain itu, lebih hemat energi ketimbang penggunaan kabel tembaga.  awm/ AR-4
Menguji Kecepatan Kabel Optik 
Para teknisi Intel tengah berusaha membuat komputasi jauh lebih efisien. Mereka memperkenalkan teknologi untuk mentransfer data dengan komponen optik. Terobosan baru ini sebagai upaya penyesuaian komponen optik dan laser ke chip silikon yang terkait sinyal elektronik. Hasil penelitian Intel yang disebut Silicon Photonics dapat mengirimkan data dengan kecepatan 100 gigabit per detik pada seutas kabel berdiameter lima milimeter. Kecepatan tersebut melampaui penggunaan kabel tembaga terbaik yang mentranfer data 40 gigabit per detik. “Kami meluncurkan ini di produksi massal, dan Intel telah memutuskan untuk membuat investasi yang signifikan,” kata ketua penelitian Silicon Photonics, Mario Paniccia, beberapa waktu lalu.
Kabel optik tersebut dapat menggantikan lebih dari 10 kabel tembaga yang digunakan untuk menghubungkan server. Teknologi Silicon Photonics juga dapat digunakan untuk menggantikan kabel jaringan Ethernet konvensional. Intel telah mengembangkan sebuah papan sirkuit kecil yang dapat ditambahkan ke server untuk meng-upgrade ke teknologi optik. Bagian yang paling penting dari papan sirkuit kecil itu adalah modul kompak yang mengandung satu atau lebih dari chip silikon yang dapat mengkonversi sinyal elektronik komputer bolak-balik. Di antara komponen optik di dalam chip silikon tersebut terdapat empat laser yang dapat mengalirkan data hingga 25 gigabit per detik. Adapun pada sebuah “kartu” bisa memiliki lebih dari satu chip silikon optik di atasnya, tergantung berapa banyak bandwidth yang dibutuhkan. 

sumber:http://koran-jakarta.com/?27477-%E2%80%9Cchip%E2%80%9D%20komputer%20berbasis%20laser

Laser Bisa Mempercepat Internet

TEMPO.CO, Jena - Para peneliti di Jerman dan London telah membuat laser tercepat di dunia. Temuan itu ternyata dapat digunakan untuk membuat Internet lebih cepat.
Laser Bisa Mempercepat Internet

Laser menyala dan mati pada kecepatan sangat tinggi. Belum diketahui apa dampaknya terhadap dunia. Namun para peneliti di belakang laser itu mengatakan hal itu bisa menjadi lompatan besar bagi teknologi komunikasi dan kecepatan koneksi data. Ketika Mashable menghubungi para peneliti itu untuk merinci lebih lanjut tentang bagaimana laser akan bekerja, salah satu ilmuwan menegaskan bahwa hal itu bisa berdampak pada web.
"Jika seseorang dapat menghidupkan dan mematikan laser dengan sangat cepat, lebih banyak informasi diangkut untuk jangka waktu tertentu," ujar Carsten Ronning, ilmuwan dari Friedrich Schiller University of Jena, Jerman, kepada Mashable, Rabu, 1 Oktober 2014. Universitas ini juga bermitra dengan para peneliti di Imperial College London pada proyek tersebut. Apa yang membuat laser ini terpisah dari pengulangan sebelumnya adalah bahan nanowire seng oksida yang digunakan untuk mengembangkan laser ditempatkan pada perak, bukan kaca yang secara tradisional digunakan, menurut rilis berita Imperial College London. Para ilmuwan kemudian menggunakan teknik khusus untuk menekan cahaya ke tempat yang jauh lebih kecil daripada biasanya. Dengan beralih dari permukaan kaca dan mendorong sekelompok cahaya ke dalam ruang kecil mungil, para peneliti mampu mengecilkan diameter laser menjadi seperseribu ukuran rambut manusia. Ini menyebabkan interaksi lebih besar antara cahaya dan nanowire. Laser ultra-tipis itu menghasilkan sebanyak 1 triliun pulsa per detik, sehingga jauh lebih cepat daripada laser rata-rata. Laser itu beroperasi secara stabil pada suhu kamar. Ronning mengatakan hal yang mungkin adalah kecepatan maksimum agar laser dapat dioperasikan.
sumber:  http://www.tempo.co/read/news/2014/10/02/072611330/Laser-Bisa-Mempercepat-Internet

Mengubah Udara Hampa Jadi Serat Optik

Sejumlah peneliti berhasil melakukan ujicoba perubahan udara hampa menjadi serat optik yang dapat mentransmisi sinyal tanpa diperlukan adanya kabel.
“Untuk beberapa waktu belakangan, banyak orang sudah berpikiran untuk membuat jaringan udara ini, namun baru kali ini hal ini tercapai,” kata Professor Howard Milchberg dari University of Maryland, pemimpin dari riset yang didanai oleh Militer AS dan National Science Foundation. Pada eksperimen ulang untuk membuktikan teori ini, mereka menciptakan sebuah jaringan udara yang kelak dapat digunakan sebagai serat optic instant yang dapat digunakan dibagian manapun di dunia atau bahkan ruang angkasa. Penemuan yang ditulis di jurnal Optica ini memiliki aplikasia antara lain komunikasi laser jarak jauh, pemetaan topografi beresolusi tinggi, riset sehubungan dengan polusi udara dan perubahan iklim, dan bahkan di dunia militer untuk membuat senjata laser. Laser pada umumnya akan kehilangan focus dan intensitasnya seiring dengan bertambahnya jarak yang dikarenakan oleh photon yang secara natural terpisah dan berinteraksi dengan atom dan molekul lain yang ada di udara.
Serat optik memechakan permasalahan ini dengan menembakkan cahaya melalui cermin dengan daya pantul kuat yang berfungsi sangat efektif untuk mentransmisi cahaya. Cermin itu akan dikelilingi oleh materi yang memiliki daya pantul rendah yang akan memantulkan kembali cahaya ke cermin, Mencegah laser kehilangan focus dan intensitasnya. Terlepas dari itu, kemampuan serat optic untuk membawa energi masihlah terbatas dan akan membutuhkan struktur fisik untuk membantunya membawa energi tersebut. Milchberg dan rekannya telah menemukan sesuatu yang mirip dengan serat optik dari udara dengan menggabungkan laser dan cahayanya kedalam sebuah pipa yang dibentuk dari berbagai tembakan laser. Mereka menggunakan tembakan yang pendek namun sangat kuat dari laser untuk memanaskan permukaan udara sepanjang jalur tembakan. Proses pemanasan yang cepat akan menimbulkan jaringan suara yang dalam waktu sekitar satu detik mikro akan mencapai inti dari pipa, menimbulkan area yang sangat padat.
“Satu detik mikro itu termasuk lama apabila dibandingkan dengan waktu yang dibutuhkan untuk cahaya dapat menyebar, sehingga ketika cahaya itu sudah hilang, satu detik mikro kemudian jaringan suara mertemu di tengah, memperbesar kepadatan udara di tempat tersebut,” kata Milchberg.
Kepadatan yang lebih rendah di daerah yang mengelilingi bagian tengah dari jaringan udara memiliki daya pantul yang lebih rendah, menjaga cahaya untuk tetap fokus. “Struktur apapun [bahkan udara] yang memiliki nilai kepadatan tinggi akan memiliki daya pantul yang lebih kuat dan dapat bekerja sebagai serat optik,” tambah Milchberg. Begitu Milchberg dan rekan rekannya menciptakan jaringan udara tersebut, mereka menggunakan laser susulan untuk memancing percikan udara di ujung dari jaringan dan merubahnya menjadi plasma. Sinyal optik dari percikan itu akan tertransmisi sepanjang jaringan udara, sejauh satu meter ke alat pendeteksi di ujung lainnya. Sinyal yang diterima oleh alat pendeteksi tersebut cukup kuat untuk memperbolehkan Milchberg dan rekan rekannya untuk menganalisa kandungan kimia yang diproduksi oleh percikan tersebut. Para ilmuwan ini menemukan bahwa sinyal tersebut 50 per sen lebih kuat dari sinyal yang tidak menggunakan jaringan udara. Pakar Australia Proffesor Ben Eggleton dari University of Sydney mengatakan bahwa penemuan ini sangat penting untuk bidang optik. “Ini seperti jika kami memiliki serat optic dan dapat menyinarkannya ke lanigt, menghubungkan laser anda ke ujung atmosfer,” kata Eggleton. “Anda tidak lagi memerlukan lensa yang besar dan optik.”
sumber: http://www.radioaustralia.net.au/indonesian/2014-07-23/berhasil-diujicoba-mengubah-udara-hampa-jadi-serat-optik/1346821

Korea Selatan Telah Menyiapkan Internet berbasis Fiber Optik

SK Group salah satu perusahaan konglomerat terkemuka di korea selatan, melalui anak perusahaanya SK broadband, menyiapkan akses internet tercepat fiber optik kecepatan 10 Gbps.
fiber optic
Internet adalah prodak telekomunikasi yang sering kita gunakan sehari-hari. Ibarat rumah kedua, internet menjadi penghubung kita dengan orang yang sayangi dimanapun dan kapanpun selama koneksi internet bisa terjangkau gadget yang kita gunakan. Ada kabar terbaru, dimana Korea selatan, melalui SK broadband, salah satu anak perusahaan dari SK group mengumumkan kehadiran internet fiber optik dengan kecepatan 10 Gbps.
 10 GBPS
Hal ini mereka umumkan ke khayalak publik melalui acara lenipotentiary Conference of the International Telecommunications Union. Yang berlokasi di busan, korea. Untuk menghasilkan prodak ini, mereka berkerja sama dengan kementrian teknologi korea, para pakar IT serta National Information Society Agency (mungkin menkominfo di negara kita ??) berkerja sama menghadirkan internet cepat tersebut. Di acara tersebut, selain memberikan presentasi tentang prodaknya, mereka juga memberikan kiritik kepada provider negara tetangga amerika serikat. Yang di sampaikan oleh Natsuki Kumagai dan Pyon Seo-Ju. Perwakilan SK broadband.
Kurang lebih seperti ini :
“In the 1960s the world watched NASA send men to the moon and many of us grew up amazed at the constant advancements of the Americans,” . “Now the Americans watch us.”
“In my travels to the United States, it is very plain they have lost their way in advancing broadband technology,” “Internet access is terribly slow and expensive because American politicians have sacrificed Americas’s technology leadership to protect conglomerates and allow them to flourish. Although unfortunate for America, this has given Korea a chance to promote our own industry and enhance the success of companies like Samsung that are well-known in the United States today.”
Dengan internet secepat itu, kita hanya butuh kurang dari 1 menit untuk mendownload file berukuran 1 GB. Menurut catatan berita yang ada, korea selatan sendiri, telah menjadikan rekor negara internet tercepat di dunia, dengan akses internet sebesar 100 MBPS untuk rata-rata wilayan di korea. Lalu bagaimana di indonesia ?? Sayang Internet rata-rata di indonesia masih memiliki kecepatan di bawah 1 MBPS dengan cakupan yang tidak merata. Membuat pemerintah dan berbagai instansi terkait untuk memperbaikinya. Setidaknya di pemerintahan baru ini. kabar baiknya internet indonesia termasuk yang termurah di asia. Hampir jarang ada negar yang menawarkan internet dengan quota diatas 1 GB dengan harga hanya 10$. Belum ada berita akan harganya. Namun bisa dipastikan cukup tinggi. Biasanya dipakai di gedung bertingkat atau lembaga tertentu.
Sumber : Stopthecap

Sinar Laser dari Silikon

Sesudah lama mencari suatu semi-konduktor yang murah untuk memancarkan sinar laser terus-menerus, para ahli dari Amerika Serikat memilih silikon. Laser silikon bisa mengarah pada sistem berdasarkan cahaya yang tersedia yang menghasilkan bukan elektron melainkan foton untuk mengirimkan secara bolak-balik jumlah data yang sangat besar secara cepat, yaitu, pada tingkat multigigabit per detik. Dua kelompok riset – masing-masing dari Universitas Kalifornia di Los Angeles dan Perusahaan Intel – baru-baru ini melaporkan keberhasilannya dalam membuat silikon memancarkan cahaya laser non-stop.
Sebelum penemuan ini, kita sudah memakai laser dioda. Ini jenis laser yang dipakai, misalnya, dalam alat pemutar DVD (DVD player) dan peralatan telekomunikasi.
Kelompok Universitas Kalifornia (UCLA) yang ikut memakai silikon untuk memancarkan cahaya laser memulai risetnya di musim gugur 2004 dengan memusatkan perhatiannya pada efek Raman. Efek ini adalah suatu proses yang di dalamnya panjang-gelombang cahaya menjadi panjang sesudah ia memencarkan getaran atomik. Para periset Kalifornia lalu mencocokkan cahaya yang berpencar dengan energi pompa dari laser lain menurut suatu cara tertentu. Cara itu menghasilkan umpan-balik yang konstruktif yang menimbulkan suatu amplifikasi bersih dari cahaya.
Intel melaporkan suksesnya dalam menciptakan sebuah laser Raman beberapa bulan sesudah eksperimen kelompok Kalifornia. Para ilmuwan Intel yang membuat cip memasukkan cahaya dari sebuah laser terpisah ke dalam sebuah pandu-gelombang (atau pipa cahaya) dan menghasilkan cahaya laser Raman.
Meskipun teknologi laser dari silikon sudah ditemukan, laser Raman silikon bukan pengganti laser dioda. Laser Raman membutuhkan pemompaan dengan laser sementara laser dioda dipompa dengan listrik.
Bagaimana prospek penerapan laser dari silikon dalam kehidupan sehari-hari? Ada beberapa manfaat praktisnya. Pertama, suatu sinar laser yang dipancarkan terus-menerus bisa memangkas biaya dan mengatasi keterbatasan ukuran laser yang bisa dipakai dalam prosedur pembedahan. Kedua, teknologi laser baru ini bisa mendeteksi sejumlah sangat kecil zat kimiawi dalam lingkungan hidup. Ketiga, ia bisa memacetkan rudal pencari panas atau memampukan komunikasi optikal yang punya bandwidth tinggi (kapasitas tinggi). Keempat, teknologi laser baru ini diharapkan akan menghasilkan komputer yang sepenuhnya optikal. Komputer macam ini punya sistem digital yang supercepat karena bukan elektron melainkan fotonlah yang menjadi 0 dan 1.

sekilas pengetahuan

Sinar Ultra Violet dapat Merusak Kulit?


Sinar Ultra Violet (Berbagai Sumber)
Jumat, 20 Februari 2015 | 21:39
Analisadaily - Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Douglas Brash dan rekan-rekannya dari Department of Therapeutic Radiology at Yale University School of Medicine, menyatakan bahwa sebagian besar radiasi Ultra Violet berpotensi menyebabkan kerusakan pada lapisan kulit.
Dikutip dari Tectime, empat jam setelah menyinari badan dibawah sinar matahari (ultra violet), perubahan secara kimia terjadi pada kulit yang melibatkan pigmen melanin. Dalam prosesnya, Sinar UV dapat merusak DNA dalam sel-sel yang biasa dikenal sebagai melanosit.
Sebelumnya, para peniliti menilai bahwa melanin dapat melindungi kulit dari kerusakan, tetapi bukti dari studi yang dilakukan oleh Douglas dan rekan-rekannya menyatakan bahwa sinar tersebut dapat merusak dan memiliki efek protektif yang berbahaya.
Selain itu, radiasi dari sinar UV juga diyakini menjadi salah satu penyebab kanker kulit, seperti yang terjadi Amerika Serikat.

ZTE Berhasil Menyelesaikan Uji Coba Transmisi Optik Real Time untuk Memperkokoh Kepemimpinannya di Industri Transportasi Jaringan Optik



ZTE Corporation mengumumkan telah berhasil mencetak rekor dunia baru dalam hal transmisi optik long-haul. ZTE berhasil menyelesaikan uji coba transmisi optik real time selama 24 jam tanpa eror, dengan kapasitas data sebesar 16 terabits per second (16 Tbps) pada kabel optik sepanjang lebih dari 3.500 km di dalam pita C dengan konfigurasi penuh. Teknologi transmisi optik real time T-bit WDM (wavelength division multiplexing) yang digunakan oleh ZTE dalam pengujian ini dilandaskan pada platform produk WDM/OTN; yang merupakan produk terkemuka di industri milik ZTE; dan hanya menggunakan Erbium-Doped Fiber Amplifiers (EDFA) di setiap 100 km.
“Keberhasilan uji coba ini akan memungkinkan ZTE untuk bisa membantu operator dalam meningkatkan kapasitas jaringan mereka hingga beberapa kali lipat, dengan jarak yang lebih jauh,” ujar Vice General Manager Produk Jaringan Bearer ZTE, Chen Yufei. “Kekuatan teknologi transmisi T-bit milik ZTE membantu pelanggan-pelanggan kami mengurangi total biaya kepemilikan dan sekaligus meningkatkan pertumbuhan bandwidth jaringan secara berkesinambungan.”
Selama pengujian, ZTE menggunakan Nyquist WDM spectral compression optical modulation yang telah ditingkatkan dan teknik optical impairments mitigation coherent reception. Dengan teknik ini, ZTE mengintegrasikan pemrosesan sinyal data berkecepatan sangat tinggi yang canggih dan teknik soft-decision FEC, sehingga mampu mencapai efisiensi spektral sebesar 4bit/Hz/s. Solusi ZTE menawarkan efisiensi spektral yang tinggi, sekaligus memenuhi tuntutan transmisi jarak jauh. Transmisi di atas 100G merupakan fokus utama penelitian bagi operator dan penyedia solusi terkemuka di dunia. Sebelum jaringan 100G lebih diterapkan secara komersial, tantangan dalam hal efisiensi spektral dan transmisi long-haul harus dapat teratasi.
September tahun lalu, ZTE juga berhasil menjadi produsen peralatan pertama yang menerapkan transmisi sinyal 64QAM-OFDM optik50GB/s single-channel yang dapat langsung terdeteksi dan menerima, serta merespon sinyal transmisi fiber secara real time, kemampuan ini membuat ZTE mampu memecahkan rekor dunia tingkat transmisi single-channel dari sinyal OFDM optik 10GB/s. Pada Oktober 2013, ZTE juga bekerja sama dengan Beijing Institute, China Telecom untuk menyelesaikan percobaan sistem real time transmisi optik 1T yang berjarak sangat jauh dan memecahkan rekor dunia pada transmisi real time yang jarak transmisinya melebihi 3200km.
Pada bulan Maret 2014, ZTE menjadi yang pertama di dunia, menerapkan transmisi real time dual carrier 100GB/s yang bisa langsung merespon sinyal 16QAM-OFDM. Selain memiliki kemampuan yang kuat dalam solusi 100G dan ultra-100G, ZTE juga memiliki pengalaman yang luas; di mana produk WDM milik ZTE sudah digunakan oleh lebih dari 300 operator di 112 negara. Hingga saat ini, ZTE terlibat dalam lebih dari 150 proyek 100G komersial di seluruh dunia, dengan total panjang kabel optik mencapai lebih dari 100.000 km.